Bakal Cabup dan Cawabup Gresik, Yani-Alif, saat menggelar konsolidasi dengan keluarga besar Golkar Gresik. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
"Dananya besar, Rp80 miliar. Anggaran sebesar itu dapat RS di Gresik selatan, beasiswa, untuk bangun jalan, dan lainnya. Makanya, jangan sampai menang kotak kosong," tambahnya.
Yani juga berpesan kepada keluarga besar Golkar Gresik agar tak memusuhi kelompok masyarakat yang mengampanyekan kotak kosong.
"Saya dengar ada kader partai yang pro kotak kosong, jangan dipecat. Mungkin hari ini kopinya habis, ya harus dirangkul, diajak ngomong," sambungnya.
Pada kesempatan ini, pria yang karib disapa Gus Yani tersebut juga menyinggung soal pengangguran.
Menurutnya, pada tahun 2025, pemerintah menganggarkan Rp5 miliar untuk program pendampingan para pencari kerja agar memiliki skill yang dibutuhkan.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama membangun dan menjaga kondusivitas Gresik.
"Sebab, Gresik ada proyek strategis nasional (PSN), ada kawasan ekonomi khusus (KEK), ada Smelter Freeport Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, Asluchul Alif mengajak seluruh keluarga besar DPD Golkar Gresik berjuang bersama memenangkan pilkada 2024.
"Jangan paksa kami keluarkan uang banyak. Jangan paksa kami untuk korupsi. Kami yakin Yani-Alif menang berkat Partai Golkar. Jika menang, Golkar selama 5 tahun ikut pemerintahan. Karena itu, kami berharap Golkar bisa mendampingi, mengiringi Yani-Alif, kritik, hajar kami kalau salah, jangan ditinggal kami," tutupnya. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




