MEKKAH, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya ketahanan keluarga atau family resilience dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni.
Ketahanan keluarga, kata Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 itu, sangat berkaitan dengan kemampuan individu dan keluarga dalam menghadapi suatu masalah.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
"Bila suatu keluarga memiliki ketahanan yang kuat, maka ibarat pagar, bentengnya sangat kokoh sehingga tidak mudah menerima pengaruh buruk dari luar, termasuk narkoba," ujarnya di Mekkah, Rabu (26/6/2024).

Khofifah mengatakan, keluarga menjadi unit terkecil dalam upaya mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang dan rasa aman, cenderung memiliki ketahanan yang kuat akan pengaruh buruk dari luar.
"Untuk itu pentingnya pendidikan agama dan akhlak. Serta pentingnya kasih sayang, rasa aman, bimbingan dan perhatian dalam sebuah keluarga. Sehingga ketika ada masalah, anak akan bercerita ke keluarganya, bukan justru mencari pelampiasan seperti narkoba," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




