Ilustrasi. Foto: BANGSAONLINE
BANGSAONLINE.com - Sebagian besar wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Pemilihan peralatan saat mendaki gunung di musim kemarau tidak sama dengan saat mendaki di musim hujan.
Dalam situs resmi BMKG menjelaskan, di malam hari saat musim kemarau akan terasa lebih dingin dibanding musim hujan.
BACA JUGA:
- Mengapa Sangat Tidak Disarankan Mendaki Gunung Menggunakan Celana Jeans? Begini Penjelasannya
- Seorang Pendaki asal Jember Terjatuh saat Lakukan Pendakian di Gunung Saeng Bondowoso
- Tanpa Membatalkan Puasa, Begini Cara Mendaki di Bulan Ramadan
- Baru Pertama Mendaki Gunung? Siapkan 5 Hal ini Sebelum Berangkat
Hal ini dikarenakan Moonson Dingin Australia, yaitu kondisi di mana wilayah Australia berada dalam periode musim dingin yang mengakibatkan tekanan udara tinggi di Australia terbawa pergerakan massa udara menuju Indonesia.
Akibat dari Moonson Dingin Australia, suhu di beberapa wilayah Indonesia, khususnya bagian Selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa lebih dingin, terutama pada saat malam hingga pagi hari.
Karena kondisi ini, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum melakukan pendakian di musim kemarau. Apa saja? Simak untuk tahu lebih jelasnya!
1. Hindari pakaian berwarna hitam
Benda atau kain berwarna hitam mampu menyerap cahaya dan merubahnya menjadi energi panas. Dampaknya jika kita mendaki pada siang hari dengan mengenakan pakaian hitam akan lebih mudah terasa dehidrasi, sehingga mengakibatkan kita lebih sering minum dan menghabiskan banyak stok air minum.
2. Gunakan buff atau masker
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




