Warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, saat menggelar demo.
“Saya hanya tenga penyalur yang dipercaya PT. Yasa, tapi saya tidak bisa menujukkan data, karena data sudah diimput ke PT. Yasa. itu kan kewenangan PT, mau mengeluarkan atau tidak," katanya.
Sementara itu, Kapala Desa Seletreng, Taufik Hidayat, menanggapi aksi demo itu dengan santai.
"Ada aturan yang harus dipahami tentang mekanisme bantuan pangan ini," ucapnya.
Terkait dengan dugaan penyimpangan penyaluran bapang ini, Taufik menyampaikan bahwa desa hanya ketempatan.
"Data itu sebenarnya, kami tidak punya, murni dipegang pendamping. Aklam datang ke kami hanya menyampaikan secara lisan, besok akan ada pembagian bapang kepada masyarakat. Detailnya data itu kami tidak punya. Undangan yang buat PT Yasa, Kami hanya ketempatan sesungguhnya. Tahap satu pelaksananya PKH, baru tahap dua kami diminta bantuan," tuturnya.
Ia menjelaskan, perubahan bisa dilakukan sebagaimana aturan yang telah ada. Diakui, ada kelebihan bantuan yang tidak tersalurkan, namun jumlahnya hanya sedikit.
"Sikaya diberikan simiskin, peralihan, itu ada formnya, itu yang harus dipahami bersama. Yang saya tahu tahap dua ada sisa tiga. Tahap satu gak tahu gak ikut-ikutan karena kami menghindari sesuatu yang tidak diinginkan," pungkasnya. (sbi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




