Senin, 20 Mei 2019 20:43

"Muktamar Jombang, Muktamar Terburuk Sepanjang Sejarah"

Minggu, 02 Agustus 2015 18:14 WIB
"Muktamar Jombang, Muktamar Terburuk Sepanjang Sejarah"
Tampak anggota Banser saling dorong dengan rombongan dari PWNU NTT saat proses registrasi, Jum'at (31/7). (foto: rony suhartomo/BANGSAONLINE)

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan Muktamar ke-33 Jombang dianggap Muktamar terburuk dalam sejarah. Pernyataan ini disampaikan Andi Jamaro Dulung salah satu mantan Ketua PBNU era Hasyim Muzadi.

"Dalam sejarah muktamar NU, pelaksanaan di Jombang termasuk yang paling buruk," terang Andi Jamaro dalam keterangan persnya di Media Center PWI Jombang, Minggu (2/8/2015). Pernyataan ini menurutnya karena buruknya sistem pelaksanaan Muktamar. Dari proses registrasi, penyediaan akomodasi hingga pelayanan kepada Muktamirin yang sangat tidak manusiawi.

"Dalam proses registrasi saja, ratusan Muktamirin dibiarkan terbengkalai hingga berhari-hari," tukas Andi. (Baca juga: Panitia Arogan, Proses Registrasi Awal Peserta Muktamar NU Kisruh)

Salah satunya utusan dari Aceh yang proses registrasinya selesai setelah 2 hari. Belum lagi banyaknya berkas peserta yang mendaftar secara online banyak yang hilang. Ia menduga kekisruhan ini merupakan bagian dari grand design kelompok tertentu untuk memuluskan niat menggoalkan salah satu calon dalam bursa Ketua PBNU kali ini.

Pernyataan Andi ini diperkuat dengan keterangan salah satu peserta Muktamar, H.Ahmad Irsyad PCNU Luwuk Utara Sulawesi Selatan. Menurutnya, panitia Muktamar Jombang sangat tidak memanusiakan peserta. "Jamaah haji saja yang ratusan ribu prosesnya tidak seruwet ini," terang H.Ahmad. (Baca juga: Tak Punya ID Card, Ratusan PWNU-PCNU tak Bisa Ikut Pembukaan Muktamar)

Ia menyebut, pihaknya mendapat undangan mengikuti Muktamar. Segala berkas telah dipersiapkan, namun setibanya di Jombang malah tidak diakui. Bahkan ada ratusan berkas milik peserta yang jauh hari telah disetor ke panitia, dinyatakan hilang. Belum lagi model pelayanan yang sangat tidak terpuji dengan membiarkan peserta kepanasan dan berdesak - desakan. "Ini sepertinya ada unsur kesengajaan," pungkasnya. (Baca juga: Wakil Katib Adu Mulut dan Dorong Tubuh Katib Am Kiai Malik Madani) (dio/rvl)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Jumat, 17 Mei 2019 00:26 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RAMADHAN memang penuh segalanya secara apik, termasuk berderet karunia dengan segenap undangan berbuka puasa secara bersama-sama. Ini sangat fenomenal bagi saya yang sejak semula berpuasa bukan untuk meminimalisir perbelanjaan...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...