Kantor Dinkes Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Dinkes Pamekasan tengah menggiatkan imunisasi polio secara serentak di 13 kecamatan. Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah virus tersebut menyebar di Bumi Gerbang Salam.
"Ini nasional, seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur juga melaksanakan survim (surveilans dan imunisasi)," kata Sub Koordinator Survim Dinkes Pamekasan, Sri Agustini, saat dikonfirmasi, Rabu (17/1/2024).
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
Ia pun berharap, masyarakat yang memiliki anak dalam rentang usia 0-8 tahun untuk mendatangi fasilitas kesehatan guna melakukan imunisasi tambahan. Sehingga, penyebaran virus polio ini dapat diantisipasi dengan baik.
"Ini vaksinnya aman, tidak ada efek sampingnya, itu (vaksinnya) tetes manis. Jagalah buah hati kita untuk memberikan imunisasi lengkap," tuturnya.
Sri mengungkapkan, target imunisasi tambahan untuk penyakit polio ini ialah 106.000 anak dengan rentang usia 0-8 tahun. Tahap pertama dijadwalkan satu minggu selesai, dan tahap kedua satu minggu berikutnya.
"Oleh karena itu, orang tua segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan, baik yang imunisasinya tidak lengkap ataupun yang sudah lengkap," ujarnya.
Diketahui, Pamekasan mendapat status kejadian luar biasa (KLB) penyakit polio setelah tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan World Health Organisation (WHO) menemukan anak terpapar virus polio di Bumi Gerbang Salam.
Adapun daerah lain yang mendapat status KLB polio yakni, Sampang, Bangkalan, dan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




