Gubernur Khofifah ketika menghadiri Hari Pangan Sedunia ke-43 Provinsi Jatim yang digelar di Jatim Expo Convention and Exhibition, Surabaya.
Jawa Timur, kata Gubernur Khofifah, kaya akan sumber pangan lokal yang kaya akan karbohidrat seperti umbi-umbian, sukun, porang, sorghum dan lainnya yang memiliki nilai gizinya setara beras.
Tentu dalam pengembangan potensi sumber pangan lokal, dibutuhkan inovasi, kreatifitas dan kolaborasi. Salah satu contoh inovasi dan kreatifitasnya adalah dengan melakukan Pengembangan Pertanian Berbasis Keluarga Berkelanjutan.
Modelnya pun terbilang sederhana, yakni dengan perluas Pekarangan Pangan Lestari (Peka Pari) melalui pengembangan pemanfaatan pekarangan.
Pertanian Berbasis Keluarga dapat menjadi faktor penting dalam upaya peningkatkan ketersediaan pangan tingkat rumah tangga dan sekaligus sebagai penyedia pangan yang beragam, bergizi, seimbang, aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Sementara dari segi kolaborasi, Gubernur Khofifah mengajak para Bupati/Walikota untuk menangani masalah pangan secara terpadu. Selain itu kepada para ahli dari berbagai perguruan tinggi, ia meminta untuk melakukan riset dan pengembangan tentang peningkatan produksi dan produktifitas, seperti penemuan bibit unggul.
"Peringatan Hari Pangan Sedunia ini, marilah kita jadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stekholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup bergizi baik bagi masyarakat," ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengapresiasi peran Pemprov Jatim sebagai lumbung pangan nasional dan memberikan kontribusi yang besar bagi pemenuhan pangan Indonesia.
"Ini patut diapresiasi, di daerah lain produksinya sedang turun tapi di Jawa Timur terus surplus bahkan mengalami peningkatan yanh sangat signifikan," kata Arief.
Ia pun berharap pada periode berikutnya produksi pangan di Jawa Timur lebih tinggi lagi, agar ketahanan pangan baik di daerah maupun nasional semakin kuat.
Prasana pertanian yang sudah matang di Jawa Timur dihimbaunya untuk terus dioptimalkan dan didukung dengan kebijakan yang baik agar memperkuat eksistensi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.
Selain itu, Arief juga meminta agar alih fungsi lahan dapat ditekan sehingga lahan untuk sawah dan perkebunan tetap ada dan tersedia di Jawa Timur.
"Terima kasih atas upaya keras dan komitmen yang diberikan oleh seluruh stakeholders di Jawa Timur semoga semangat ini terus tumbuh dan memberikan hasil yang berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, dan saya berharap agar langkah-langkah inovatif dan kerjasama yang terus berkembang di provinsi Jawa Timur dapat menjadi contoh yang menginspirasi bagi daerah lainnya di seluruh Indonesia," katanya.
Usai gelaran peringatan HPS ke-43, Gubernur Khofifah juga berkesempatan meninjau stan Gerakan Pangan Murah yang di siapkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.
Stand pangan murah kali ini merupakan tindak lanjut dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di Jatim yang diejawantahkan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Adapun komoditas yang di sediakan pada Gerakan Pangan Murah adalah bawang merah 300kg dijual dengan harga 20rb/kg, bawang putih cutting 300kg harga 30rb/kg, cabe rawit 100kg dijual 60rb/kg dan cabe merah besar 100kg dijual 50rb/kg.
Selanjutnya ada minyak goreng kita 1200 liter dijual 13rb/liter, gula premium 550kg dijual 15rb/kg, telur ayam ras 250kg dijual 23rb/kg, beras medium SPHP 8000kg dijual 10.200/kg, daging ayam 100 ekor dijual 31rb/ekor serta aneka ikan segar, frozen food, dan produk UMKM. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




