Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo (kiri), didampingi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, saat kunjungan kerja ke proyek Smelter PTFI di KEK JIIPE, Gresik. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kecamatan Manyar, Gresik, Kamis (9/11/2023).
Ia mengapresiasi PTFI yang telah menyelesaikan lebih dari 80 persen pembangunan Smelter per akhir Oktober 2023. Hal tersebut sesuai target linimasa kurva-S dari pemerintah.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
Kartika sebagai perwakilan dari pemerintah menyampaikan, proyek Smelter PTFI sangat fundamental untuk meningkatkan daya saing Indonesia, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor beberapa material utama untuk ekonomi Indonesia.
"PTFI salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar ke negara, dalam bentuk pajak, royalti. Kita ingin produksi Freeport baik di hulunya, maupun nanti di Smelternya benar-benar bisa sesuai harapan, termasuk juga emas dan logam mulia lainnya" ujarnya.
PTFI terus menyelesaikan beberapa pekerjaan guna penyelesaian konstruksi fisik pada akhir Desember 2023. Selanjutnya, akan melalui tahap pre commissioning dan commissioning untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024.
Setelah beroperasi, smelter PTFI kedua ini akan mencapai kapasitas produksi penuh pada Desember 2024. Sementara itu, Presiden Direkur PTFI, Tony Wenas menyampaikan, tantangan utama dalam penyelesaian Smelter yaitu proyek manajemen yang tidak mudah.
Klik Berita Selanjutnya






