Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Kapan Terjadi di Jatim? Catat Waktunya. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com- Hari tanpa bayangan disebut juga peristiwa kulminasi, yakni ketika Matahari berada pada titik tertinggi.
Pada saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, posisi Matahari akan berada tepat di atas kepala.
BACA JUGA:
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
- Prakiraan Cuaca Kota Batu Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 17-23°C, Kecepatan Angin 3.1 m/s.
"Oleh karena itu bayangan benda akan tegak atau menyebabkan benda tidak ada bayangannya," ujar Himawan Widiyanto selaku Koordinator Bidang Tanda Waktu badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Himawan menjelaskan bahwa kulminasi terjadi di setiap kota di Indonesia dengan waktu yang berbeda-beda. Adapun untuk kulminasi ke-2, rentang waktu terjadinya antara bulan September-Oktober 2023.
Dampak yang terjadi ketika kulminasi adalah benda menjadi tidak memiliki bayangan. Selain itu terjadi kenaikan suhu, tetapi hal ini tidak signifikan, yakni sebesar 1 derajat Celcius.
Kulminasi merupakan fenomena umum yang terjadi setiap tahunnya. Maka dari itu BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan pakaian yang menutupi kulit serta tabir surya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




