Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, saat membuka Pameran Kontemporer.
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengulik sejarah peninggalan masa lampau masih terus dipertahankan agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. Seperti pameran kontemporer yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk.
Museum Anjuk Ladang merupakan salah satu tempat yang menyimpan berbagai peninggalan benda sejarah dan purbakala. Hingga sekarang, masih tersimpan rapi dari berbagai jenis barang yang sudah ditemukan.
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, menyampaikan bahwa museum merupakan suatu lembaga yang melindungi, menyediakan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Menurut dia, museum berkewajiban dalam mengamankan benda-benda cagar budaya agar bisa dimanfaatkan bagi dunia ilmu pengetahuan betkelanjutan.
"Saya perlu ingatkan agar keberadaan museum tetap tetjaga dan terawat, agar bisa di kenalkan pada adik pelajar dan mahasiswa," ujarnya, Jumat (6/10/2023)
Ia menyatakan, pameran temporer yang digagas Disporabudpar Nganjuk merupakan salah satu wahana wisata dalam mengenal sejarah peradaban tempo dulu.
"Pameren terbuka ini setidaknya bisa dimanfaatkan bagi dunia pendidikan, seperti apa dan bagaimana awal berdirinya Kabupaten Nganjuk," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




