Kolase potret antara Ketua DPC PDIP Gresik, Mujid Riduan, bersama sekretarisnya, Noto Utomo, serta Siti Muafiyah selaku bendahara partai. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Sebelumnya, kata Mujid, PDIP Gresik telah memberikan pendidikan calon saksi untuk 125 peserta dari 18 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Gresik.
Pelatihan saksi merupakan bagian dari strategi partai dalam mengamankan hasil suara Pemilu 2024.
"Kami memberikan pembekalan terhadap para calon saksi yang akan ditempatkan di tempat pemunggutan suara (TPS) yang tersebar di 356 desa dan kelurahan di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik," terangnya.
Ia menyampaikan bahwa, pelaksanaan pelatihan saksi di bawah kendali Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Provinsi Jawa Timur dan Gresik. Mereka sebagai pemateri kegiatan.
Mujid menambahkan, untuk mewujudkan target 12 kursi di DPRD Gresik pada Pemilu 2024, PDIP Gresik sudah menyiapkan 50 bakal calon legislatif (bacaleg) di setiap daerah pemilihan (dapil). Mereka merupakan orang-orang yang telah terverifikasi lewat penjaringan yang telah dilakukan DPC PDIP. Bahkan, telah mendapatkan rekomendasi langsung dari DPP PDIP.
"Bacaleg yang kami pasang merupakan kandidat kuat karena ditopang basis massa riil," katanya.
Ditambahkan Mujid, untuk memaksimalkan langkah bacaleg bisa duduk di ke kursi DPRD Gresik, ia mendorong agar bacaleg melakukan blusukan untuk sosialisasi ke masyarakat.
"Turun langsung ke bawah, bertemu masyarakat itu sebuah keharusan agar dikenal masyarakat yang akan memilihnya," pungkas Mujid. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




