“Itu perlu dilakukan dengan tujuan mengecek ketersediaan komoditas dan mengantisipasi terjadinya lonjakan harga bahan kebutuhan di bulan berikutnya,” terangnya.
Sementara, Tetuko Erwin Sukarno, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian selaku Sekretaris TPID Kota Kediri, menyampaikan bahwa inflasi Bulan Mei tahun 2023 ini memang masih sesuai prediksi. Terutama dari kelompok bahan makanan, di mana harga-harga bahan pokok relatif berada pada harga acuan.
Kendati demikian, terdapat komoditas bahan pokok yang mengalami progres kenaikan yang cukup signifikan di bulan Mei, yaitu telur ayam. TPID segera identifikasi penyebab kenaikan harga telur melalui koordinasi dengan Bapanas, Dinas Peternakan Provinsi Jatim, dan asosiasi ayam layer agar kenaikan ini dapat diantisipasi.
Dari identifikasi tersebut diketahui kenaikan harga telur ayam ras disebabkan peningkatan permintaan terkait program pencegahan stunting dari pemerintah, meningkatnya frekwensi kegiatan tasyakuran, serta kenaikan harga pakan konsentrat.
"TPID Kota Kediri sedang berupaya bersama Bank Indonesia Kediri untuk mengendalikan harga telur ini dengan mengintervensi distribusi. Walau terjadi kenaikan harga, tetapi ketersediaan telur ayam ras di Jawa Timur masih sangat mencukupi," paparnya. (uji/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




