Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf, saat memberi pemaparan.
KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkot Pasuruan melalui dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana (DP3AKB) bekerja sama dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Yogyakarta menggelar Training of Trainer (ToT) Pengelola dan Fasilitator Sekolah Lansia, Senin (12/6/2023).
Dalam sambutannya, Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengelola sekolah lansia secara professional dan terukur.
BACA JUGA:
- Bus Trans Jatim Masuk Pasuruan pada 2027, Pemkab Tunggu Petunjuk Teknis
- Wali Kota Pasuruan Minta Masyarakat Teladani Nabi Ibrahim saat Peringati Idul Adha 2026
- TP PKK Kota Pasuruan Dorong Budaya Hidup Sehat dan Siaga Bencana
- Ikut Rakor TPID, Wali Kota Pasuruan Bahas Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 2026
“Sekolah lansia ini dinilai sangat efektif dalam menangani para lansia untuk mewujudkan lansia yang tangguh dan bahagia karena programnya yang terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan dengan materi yang sudah teruji. Untuk menciptakan lansia bahagia, perlu guru, instruktur, dan pembiming yang memadai. Training ini salah satu cara membimbing para lansia,” paparnya.
Seiring dengan jumlah penduduk lansia Kota Pasuruan yang setiap tahun meningkat pada tahun 2021 dengan jumlah 20.961 jiwa atau 10% dan terus meningkat pada tahun 2022 dengan jumlah 21.959 jiwa atau 20.35%, Gus Ipul berharap sekolah lansia tangguh bisa mewadahi hingga 1000 orang lansia.

“Kita berikan wadah yang membuat mereka bisa mencapai kebahagiaan dengan produktif. Saya menginginkan sekolah lansia tangguh bisa mewadahi hingga 1000 orang lansia,” kata pimpinan daerah yang akrab disapa Gus Ipul itu.
Ia pun menyebut, sekolah lansia tangguh ini menjadi salah satu bagian pembangunan di wilayahnya untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang harmonis warganya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




