Ardhian Orianto, Kepala Pelaksanaan BPBD Bojonegoro.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Musim kemarau di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur diprediksi datang lebih awal, yakni pada dasarian I-III bulan April 2023, termasuk di wilayah Bojonegoro. Berdasarkan data dari BMKG, bahwa musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro dimulai pada bulan April.
"21 kecamatan, yakni Kecamatan Balen, Baureno, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepohbaru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Sekar, Sumberejo, Tambakrejo, dan Kecamatan Trucuk ini merupakan daerah yang tingkat kekeringannya tinggi," ujar Kepala Pelaksanaan BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto, Jumat (17/3/23).
BACA JUGA:
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
- Prakiraan Cuaca Kota Batu Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 17-23°C, Kecepatan Angin 3.1 m/s.
Sementara beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro baru akan memasuki musim kemarau pada dasarian I-III bulan Mei 2023. Yakni Kecamatan Bubulan, Gondang, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu, dan Temayang.
Ardhian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di masa peralihan musim ini. Sebagaimana imbauan BMKG Jawa Timur, bahwa pada masa peralihan akan terjadi angin kencang dan hujan lebat dengan intenstitas singkat. Karena itu adalah salah satu tanda peralihan musim.
"Puncak musim kemarau diperkirakan pada bulan Agustus. Tahun ini musim kemarau datang lebih awal dengan sifat musim kemarau lebih panjang dan lebih kering," jelasnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang biasanya bergantung pada sistem pengairan dengan air hujan untuk benar-benar memperhatikan pola tanam, sehingga tidak terjadi gagal panen atau kerugian karena kekurangan air.
"Juga waspada terhadap terjadinya kebakaran, mengingat pada musim kemarau semuanya mudah terbakar," ujar Ardhian menambahkan. (nur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




