Ilustrasi.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifuddin, mengatakan bahwa ratusan orang terpapar penyakit demam berdarah dengue (DBD). Angka tersebut merupakan akumulasi pada awal 2023.
"115 warga yang terjangkit DBD itu merupakan hasil data laporan dari masing-masing Puskesmas di 13 kecamatan dalam kurun waktu dua bulan terakhir," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/2/2023).
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
"Dari Januari 2023 tercatat sebanyak 90 kasus DBD, dua orang pasien meninggal dunia. Sementara pada Februari ada tambahan, yakni 25 orang pasien terjangkit DBD," tuturnya menambahkan.
Ia meminta kepada seluruh masyarakat di Pamekasan untuk tetap waspada dan melakukan 3M (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas). Pihaknya kini tengah berupaya untuk mencegah salah satu penyakit berbahaya itu.
"Guna mencegah peningkatnya pasien DBD, Dinkes Pamekasan bakal terus berusaha dan menggencarkan fogging di setiap wilayah yang rawan dan beberapa sekolah," pungkasnya. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




