Pagar pembatas yang terbuat dari Seng di Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Rangga jaya Anoraga, Kabupaten Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Molornya pengerjaan proyek revitalisasi Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Rangga jaya Anoraga, Kabupaten Tuban, berimbas kepada sejumlah pedagang.
Hal tersebut, mengakibatkan pendapatan pedagang di area GOR tersebut menurun. Bahkan, salah satu pedagang penyewaan mainan anak-anak, terpaksa gulung tikar, lantaran tidak ada stand untuk mengkal.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
"Kalau jualan ya berdampak mas, karena GOR masih ditutup," ujar CB salah satu pedagang di GOR Tuban, Selasa (3/1/2023).
Menurutnya, sebelum ditutup dengan pagar seng, lokasi GOR sebagai tempat santai dan bermain anak-anak selalu ramai pengunjung. Biasanya, kalau anak-anak bermain selalu diantar sama orang tuanya.
Pada saat itu, pasti banyak orang tua yang membeli makanan dan minuman di warung-warung. Tetapi, sejak GOR ditutup jarang warga yang berkunjung, sehingga daya beli semakin berkurang.
"Kalau sejak ditutup paling-paling kalau beli ya pelanggan saja. Tapi, kalau sebelumnya banyak sekali yang mampir ke warung-warung sambil mengantar anaknya. Apalagi saat malam Minggu malah semakin ramai," imbuh CB.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




