Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan ketika menghadiri Reuni Akbar 50 Tahun IKA Unair.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengajak seluruh alumni Universitas Airlangga (Unair) bergandengan tangan untuk bersama-sama menjadi ujung tombak dalam menghadapi tantangan krisis di masa depan. Ia mengungkapkan hal tersebut saat memberi sambutan dalam Reuni Akbar 50 Tahun IKA Unair, Sabtu (17/12) malam.
Setiap alumni, kata gubernur yang juga menjadi Ketua Umum PP IKA Unair itu, mampu menjadi game changer dengan menghubungkan karya-karya inovatif di tingkat universitas, kebutuhan dunia kerja, dan aspirasi di masyarakat sipil.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
"IKA Unair dapat menjadi hub strategis dalam jalur relasional kerja sama dunia pendidikan dan riset, pemerintah, dunia kerja, media massa, dan sektor-sektor strategis," ujarnya.
Di hadapan ribuan alumni Unair, Khofifah turut menekankan pentingnya memperkuat karakter inisiatif, kolaborasi, dan inovasi (IKI) di kalangan alumni Unair untuk menghadapi tantangan Indonesia ke depan.
"Untuk menjawab tantangan masa depan 'IKI' Jawabane, inisiatif, kolaborasi, dan inovasi," tuturnya.
Mantan Menteri Sosial ini menyebut, alumni Unair telah menunjukkan inisiatif dan kolaborasi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ia menjelaskan, IKA Unair telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mempercepat pengendalian Covid-19 melalui vaksinasi.

"Di tempat ini (Airlangga Convention Center) beberapa kali telah dilakukan vaksinasi oleh IKA Unair dengan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, di sejumlah tempat di beberapa kota juga telah dilakukan IKA Unair untuk percepatan vaksinasi Covid-19," paparnya.
Menurut dia, hadirnya IKA Unair telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan masyarakat Indonesia, dan menjadi bagian dari social capital pada setiap anggota untuk mengembangkan kapasitas diri.
Tak hanya itu, ia pun menegaskan bahwa kemajuan IKA Unair harus berjalan seimbang dan berhasil menampilkan kontribusi dan peran signifikannya dari hasil kerja para alumni yang berprestasi.
"Alumni Unair tidak meninggalkan atau mau mendampingi para alumni lainnya untuk maju dan berjalan setara bagi yang lain," tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




