Mahasiswa saat turun jalang menolak jabatan presiden tiga periode. Tampak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Bogor yang menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan Pesiden Jokowi dan penundaan pemilu. Foto: poskota.co
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Manuver politik Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menghidupkan kembali wacana Presiden Jokowi 3 periode mendapat penolakan keras dari berbagai pihak . Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa usul tersebut melanggar konstitusi dan berasal dari nafsu kekuasaan.
"Ingin terus berkuasa, padahal prestasi cekak, dan rakyat banyak yang makin kesusahan sejak pandemi. Seakan urat malu sudah putus, karena mungkin hidup hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya saja," kata Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).
BACA JUGA:
- Gelar Pendidikan Politik Kader, Demokrat Gresik Targetkan 10 Kursi di Pemilu 2029
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
Herzaky menegaskan bahwa rakyat saat ini sedang kesusahan akibat kemiskinan yang tak kunjung turun, banyaknya pengangguran, dan merebaknya pemutusan hubungan kerja. Tapi, tegas Herzaky, para elite justru mempertontonkan pelanggaran konstitusi sebagai guyonan.
"Tak ingin meninggalkan gelanggang, padahal tak kunjung bermanfaat untuk rakyat. Tak berprestasi, tapi tak malu meminta perpanjangan waktu. Sudah ditolak keras oleh rakyat, tapi masih terus mencoba dengan segala pembenaran," kata Herzaky dikutip Tempo.co.
Secara tegas Herzaky meminta para elite politik di pemerintahan berhenti menghembuskan angin sesat yang dikhawatirkan membuat Presiden Jokowi terjerumus. Menurut Herzaky, lebih baik para elite politik pendukung Jokowi fokus membantu Presiden menyelesaikan berbagai permasalahan negeri ini.
Herzaky mencatat, ada beberapa capaian pemerintah saat ini yang jauh tertinggal dibanding saat Susilo Bambang Yudhoyono menjabat dua periode.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




