Petani di Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, saat bercocok tanam di sawahnya. Foto: MUTAMMIM/ BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Alokasi jatah pupuk subsidi di Kabupaten Sampang masih dikeluhkan masyarakat setempat. Seperti halnya petani di Desa Taman, Kecamatan Jrengik. Mereka mengaku sulit mendapatkan jatah pupuk subsidi di kios yang ditunjuk oleh dinas pertanian.
Seperti diungkapkan Jihauddin Ansori, salah satu petani. Menurutnya, memasuki musim tanam tahun ini dirinya kesulitan mendapatkan jatah pupuk subsidi.
BACA JUGA:
- Penebusan Pupuk Subsidi di Lumajang Meningkat, Stok Aman Sejak Awal 2026
- Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Baru Capai 25%
- Catat! Penebusan Pupuk Subsidi di Tuban Wajib Sesuai e-RDKK dan KTP Asli, Tak Bisa Diwakilkan
- Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Bersubsidi, Siapkan Stok 1,1 Juta Ton Jelang Akhir 2025
"Para petani di sini sulit mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Kios yang sudah ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyalur sering kosong," ucapnya pada BANGSAONLINE.com Senin, (21/11/2022).
Menurut Jihad, sapaan akrabnya, alokasi jatah pupuk subsidi tidak seperti tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, para petani selalu kehabisan stok saat mau menebus pupuk subsidi di kios yang ditunjuk.
"Saya lupa nama kiosnya. Tapi di kios itu, pupuk subsidi sering kosong," katanya,
Jihad pun mempertanyakan kekosongan pupuk subsidi. Padahal, para petani sudah terdaftar di elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok atau e-RDKK).
"Masa iya petani mau menebus pupuk subsidi yang dijatah oleh pemerintah di kios itu selalu kosong, kan tidak masuk akal," cetusnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




