Edif Hayunan, Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Trenggalek.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Kegiatan sosialisasi administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Trenggalek tahun 2022, kemungkinan besar batal dilaksanakan. Hal itu disebabkan tidak tersedianya anggaran.
"Kegiatan pendidikan masyarakat atau sosialisasi terkait adminduk itu memang tidak kami anggarkan karena gak ada dana sebanyak itu," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Catatan Sipil kabupaten Trenggalek Edif Hayunan saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Kamis (17/11/2022).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Apresiasi Pramuka Jatim atas Program Bedah Rumah dan Nandur Mangrove
- Komisi IV DPRD Trenggalek: PPG Prajab dapat Prioritas Rekrutmen Guru di 2026
- Sekretariat DPRD Trenggalek Gelar MCU Bagi Seluruh Anggota Dewan
- Komisi I DPRD Trenggalek Soroti Kinerja Dukcapil dan Bagian Hukum, RKA 2026 Dinilai Rutinitas
Meskipun tidak dianggarkan di tahun 2022, namun kepala bakeuda (badan keuangan daerah) dalam rapat kerja dengan Komisi I DPRD Trenggalek berjanji akan memperhitungkan hal tersebut melalui P-APBD.
Adapun sosialisasi adminduk itu meliputi pendaftaran sampai pengurusan adminduk. Menurut Edif, sosialisasi itu penting karena hingga kini masih banyak masyarakat yang tidak mengerti bagaimana caranya mengurus adminduk.
"Jadi, tujuan sosialisasi itu agar masyarakat desa itu menjadi mengerti persyaratan apa saja yang harus dibawa ketika hendak datang ke kantor dukcapil," jelas pria yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Trenggalek tersebut.
Rencananya, sosialisasi digelar di seluruh kantor kecamatan se-Kabupaten Trengalek. Untuk tahun ini, Disdukcapil Trenggalek telah melakukan sosialisasi di 6 kecamatan dengan alokasi anggaran anggaran Rp180 juta.
Sementara sisa 4 kecamatan akan segera dilaksanakan akhir tahun ini. Meliputi Kecamatan Trenggalek, Gandusari, Watulimo, dan Munjungan. (man/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




