Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, saat menjadi pembicara dalam salah satu acara di KTT G20 Bali.
BALI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, didapuk sebagai pembicara dalam salah satu acara di KTT G20 Bali. Ia menjelaskan peran Kota Mojokerto yang mendukung National Blue Agenda Actions Partnerships (NBAPP).
Meski wilayahnya tergolong sebagai area yang tidak terhubung langsung dengan lautan, Ning Ita memiliki sejumlah program yang mendukung pilar-pilar NBAAP dalam membangun Kota Mojokerto, terutama Pangan Biru (Blue Food) dan Kesehatan Biru (Blue Health).
BACA JUGA:
- Pria Asal Jombang Ditemukan Meninggal di Depan Musala Hotel Tegalsari Mojokerto
- BPJS Kesehatan Mojokerto Gandeng Media Perkuat Edukasi Program JKN
- DPRD Kabupaten Mojokerto Soroti Kelalaian Perlindungan Kerja, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab
- Harga Cabai di Bali Hari Ini Terpantau Turun, Rawit Hijau Paling Drastis
Ia menyebut, Pemkot Mojokerto mendukung upaya peningkatan produksi akuakultur (perikanan budidaya) secara berkelanjutan untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat, yakni melalui program Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bidang perikanan yang dikelola masyarakat dengan intervensi anggaran dari pemerintah daerah setempat.
Menurut dia, keberadaan program itu cukup signifikan dalam mengantarkan Kota Mojokerto sebagai daerah dengan angka stunting terendah se-Jawa Timur dan terendah nomor dua di tingkat nasional, yaitu dengan prevalensi stunting hanya 4,08 persen para tahun ini.

"Keterbatasan lahan di kota ini, masyarakat Kota Mojokerto juga masih tetap bisa melakukan budidaya ikan dengan biofl og. Dan hasil dari masing-masing produksi ini, kemudian secara berkelompok, diberikan sebagian kepada keluarga yang memiliki bayi atau anak stunting,” paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




