Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa dinobatkan menjadi gubernur terpopuler di media digital dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2022. Selain itu, penghargaan juga diterima Pemprov Jatim sebagai Institusi Terpopuler di Media Digital 2022.
Khofifah pun menanggapinya dengan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Humas Indonesia, terhadap kinerja seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemprov Jatim. Oleh karena itu, ia mendedikasikan penghargaan tersebut bagi seluruh OPD yang tak kenal waktu dalam memberi pelayanan kepada masyarakat menggunakan teknologi maupun saluran media digital.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
"Penghargaan ini saya dedikasikan kepada seluruh OPD di Pemprov Jatim yang terus berupaya mempercepat layanan informasi dan keterbukaan publik yang muaranya memberikan sebuah kebijakan yang inklusif kepada masyarakat," ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (7/11/2022).

Menurut dia, penggunaan media digital pada era keterbukaan informasi publik saat ini telah berkembang secara cepat dan dinamis. Ia menjelaskan, institusi pemerintah maupun swasta dituntut bisa cepat menyampaikan dan menyebarluaskan seluruh informasi maupun kebijakan melalui banyak saluran informasi termasuk media digital di dalamnya.
Untuk itu, kata Khofifah, penyampaian informasi yang cepat dan tepat akan memberikan peningkatan pada kepercayaan publik. Selain itu, informasi juga akan menjadi referensi penting bagi seluruh unit kerja Pemprov Jatim untuk berlari lebih kencang dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pemprov Jatim terus berkomitmen memenuhi dan melayani kebutuhan masyarakat melalui saluran media sosial maupun media digital. Interaksi yang berlangsung secara dua arah tersebut memberikan kemudahan dalam menemukan solusi berbagai keinginan masyarakat,” tuturnya.
Ia mengatakan bahwa praktisi kehumasan perlu beradaptasi dengan cepat serta bersemangat untuk terus berinovasi dalam menghadapi era disrupsi teknologi dan informasi. Saat ini, lanjut Khofifah, lewat berbagai aplikasi berbasis internet hadir jutaan informasi dalam satu menit, dan siapapun dapat memproduksi, mereproduksi, serta menyebarkan informasi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




