Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat mengangkat tombak Kiai Upas yang akan disucikan.
Menurut Maryoto, Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas merupakan pusaka milik masyarakat Kabupaten Tulungagung yang diyakini masih mempunyai daya magis/bertuah yang dikisahkan pada masa lalu.
"Prosesi Jamasan diselenggarakan karena merupakan budaya para leluhur yang telah dilaksanakan secara turun temurun setahun sekali setiap hari Jumat tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa," katanya
Menurut dia, sudah menjadi rahasia umum bahwa Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas telah terbukti mampu membentengi wilyah Kabupaten Tulungagung dan seluruh masyarakatnya. Sebagaimana dikisahkan dalam sejarah, bahwa pada masa penjajahan, tentara Belanda tidak dapat memasuki wilayah Tulungagung.
"Dengan adanya pusaka ini menimbulkan daya mental dan spirit masyarakat yang luar biasa. Pada akhirnya, mendapat perhatian dari masyarakat Tulungagung dalam bentuk Upacara Adat Ritual Jamasan Pusaka Kanjeng Kiai Upas yang dilaksanakan setiap bulan Sura," paparnya
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Tulungagung Bambang Ernawan menyampaikan, Upacara Jamasan Pusaka Tombak Kiai Upas ini mempunyai tujuan untuk mengenang sejarah masa lampau dan mengembangkan nilai-nilai tradisi para leluhur yang adi luhung.
"Pada kegiatan rutin setiap tahun ini merupakan bagian dari program nasional tentang pengelolaan keragaman budaya lokal yang wajib diberdayakan serta ditumbuhkembangkan dan dilestarikan," paparnya. (fer/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




