Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat mengangkat tombak Kiai Upas yang akan disucikan.
TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melaksanakan Upacara Adat Ritual Jamasan Pusaka Kanjeng Kiai Upas di Halaman Gedung Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tulungagung, Kelurahan Kepatihan, Jumat (12/08/2022).
Kegiatan dihadiri Pejabat Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Camat, Lurah Kepatihan, Warga Kasepuhan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Anggota Paguyuban Permadani DPD Kabupaten Tulungagung, Keluarga Pringgo Koesoeman, dan seluruh Wadya Wimbasara.
BACA JUGA:
- Ribuan Warga Ikuti Apel Jogo Tulungagung, Teguhkan Komitmen Tolak Anarkisme
- Bupati Tulungagung Apresiasi Turnamen Esport MLBB Piala Riski Sadig 2025 yang Digelar BANGSAONLINE
- Bupati Tulungagung Kenakan Pakaian Adat di Peringatan HUT ke-80 RI
- Semarak HUT ke-80 RI di Tulungagung, Kolaborasi Seni Suara hingga Reog Kendang
Ritual Jamasan Pusaka Kanjeng Kiai Upas dilaksanakan sekali dalam setahun, tepat pada penanggalan Jawa 10 bulan Sura.
Dalam catatan buku sejarah, Kiai Upas adalah sebuah pusaka berbentuk tombak dengan panjang bilah tidak kurang dari 35 cm, ditopang landhean (kayu pegangannya) 4 meter.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo tampak hadir menyaksikan prosesi jamasan pusaka tersebut. Bahkan, Bupati ikut serta dalam proses pengambilan pusaka dari dalam ruangan khusus, kemudian dibawa ke panggung ritual jamasan.
"Kegiatan ini sudah dilakukan oleh masyarakat Tulungagung sejak zaman bupati pertama," kata Maryoto Birowo.
"Prosesi jamasan diselenggarakan karena merupakan budaya para leluhur yang telah dilaksanakan secara turun temurun setahun sekali setiap hari Jumat tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa," tambahnya
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




