Gus Ipul
Seperti diberitakan, Garda Muda Nahdlatul Ulama (NU) di bawah koordinator Fairouz H Anggasuto mengungkapkan sumbangan dana Rp 4,9 miliar dari pemerintah ke Muktamar NU rawan disalahgunakan. Karena baru pertama ini Muktamar menggunakan dana dari APBD.
Garda Muda mendesak para kiai NU maupun Pengurus Besar NU membentuk tim independen untuk mengawasi dan mengaudit penggunaan dana tersebut. Penggunaan APBD tersebut dikhawatirkan disalahgunakan, Garda Muda melihat ada indikasi politik uang saat pemilihan ketua umum. Menurut dia, muktamirin telah dikondisikan untuk memilih figur tertentu.
Lalu bagaimana tanggapan pihak Garda Muda NU terhadap ancaman Gus Ipul? Ketua Umum Garda Muda NU Jatim Muhaimin Cholid mengaku tak gentar atas ancaman yang ditebar Gus Ipul.
”Jika benar Gus Ipul mengancam dan memberi pernyataan seperti itu, maka inilah kali pertama seorang Ketua Panitia Daerah Muktamar NU mengancam kader NU yang peduli terhadap Muktamar NU. Sepanjang sejarah NU belum pernah ada Ketua Panitia Muktamar NU mengancam kader NU yang berbeda pendapat atau mengontrol jalannya Muktamar. Berarti NU dikelola seperti partai politik yang sedikit-sedikit mengancam kadernya sendiri,” kata Muhaimin Cholid kepada BANGSAONLINE.com sore tadi (22/4/2015).
Ia justru mempertanyakan sikap Gus Ipul yang marah besar dalam menghadapi anak-anak muda NU yang notabene aktivis PMII. ”Ada apa sebenarnya,” kata Muhaimin yang aktivis PMII.
“Jangan mentang-mentang karena dia wakil gubernur lalu semua mau dihegemoni, dibungkam dan main ancam,” katanya. Ia heran mengurus NU kok pakai gaya partai politik. ”NU kan beda dengan partai politik. Tak bisa main kekuasaan,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




