KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Kesuburan tanah di Kota Batu mulai menurun. Melihat kondisi itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pemerintah Kota Batu segera melakukan langkah-langkah taktis.
Mulai tahun 2022 ini, DPKP mengadakan program revitalisasi lahan apel dan demplot lahan apel dengan memberikan bantuan kepada beberapa kelompok tani di Kota Batu.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Tegaskan Pentingnya Perlindungan Lahan Pertanian
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
Dulkamar, Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Bumiaji, menyampaikan untuk revitalisasi lahan, bantuan saprodi diberikan kepada Kelompok Tani di Desa Bumiaji 1 kelompok, Desa Sumbergondo 1 kelompok, Desa Punten 1 kelompok, dan Desa Tulungrejo 3 kelompok.
Untuk demplotnya, lahan apel yang mendapatkan bantuan saprodi yaitu Desa Tulungrejo 1 kelompok, Desa Bulukerto 1 kelompok, dan Desa Sumbergondo 1 kelompok.
"Untuk yang demplot masing-masing kelompok tani mendapatkan pupuk organik 4 ton, yang revitalisasi mendapatkan 13 ton kecuali Desa Punten mendapatkan 12 ton, ditambah agen hayati dan PGPR (plant growth promoting rhizobakteri)) serta dolomit. Sedangkan untuk demplot mendapatkan pestisida, pupuk NPK Phonska agen hayati dan PGPR serta dolomit," ujarnya.
Bantuan itu diharapkan bisa memperbaiki kesuburan tanah, khususnya di wilayah lahan apel untuk meningkatkan produktivitas apel Kota Batu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




