PMII Tuban saat menggelar demo refleksi satu tahun kepemimpinan Lindra-Riyadi.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kabupaten Tuban menggelar aksi di depan kantor pemerintah daerah setempat, Kamis (16/6/2022). Agenda ini merupakan refleksi atas kepemimpinan Aditya Halindra Faridzky dan Riyadi yang sudah berjalan selama satu tahun.
Massa aksi menilai, kepemimpinan Lindra-Riyadi gagal dalam menangani sejumlah permasalahan yang ada di masyarakat. Beberapa problem yang dimaksud mereka adalah kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
"Hari ini kami mengevaluasi kinerja bupati selama setahun. Karena masih banyak permasalahan yang belum tuntas. Salah satunya terkait jembatan Glendeng yang tidak jelas statusnya," kata Ketua Umum PC PMII Tuban, Khoirukum Mimmu’aini, saat berorasi.
Menurut dia, jalanan di Tuban masih banyak yang rusak dan tak kunjung diperbaiki, tagline mbangun deso notho kutho hanyalah slogan atau janji manis saat kampanye yang hingga kini tak kunjung terealisasi. Apalagi masalah perekonomian dan juga pendidikan, banyaknya industrialisasi yang ada di Tuban tidak berbanding lurus dengan penyerapan lapangan pekerjaan.
"Kinerja pemerintahan harus segera dioptimalisasi agar target pembangunan manusia maupun fisik bisa dilampaui," ujarnya.
Ia menyebut, edukasi mengenai kesehatan juga belum maksimal, sehingga perilaku hidup sehat di masyarakat masih minim. Kemudian, keberadaan petugas kesehatan khusus lansia yang belum menyeluruh ke pelosok desa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




