Selasa, 15 Juni 2021 04:22

Antisipasi Letusan Semeru, Pemkab Lumajang Gelar Simulasi

Kamis, 16 April 2015 19:56 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Imron
Antisipasi Letusan Semeru, Pemkab Lumajang Gelar Simulasi
Petugas bersama masyarakat saat memperagakan penyelamatan korban. (Imron/BANGSAONLINE)

LUMAJANG (BANGSAONLINE.com) - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang meletus hingga mengeluarkan suara dahsyat. Letusan gunung yang memliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut, memuntahkan lava bercampur batu dan pasir.

Akibat letusan tersebut, warga yang menetap di sekitar lereng Gunung Semeru masuk zona merah bahaya ancaman lahar dingin Semeru yakni, Kecamatan Tempursari, Pasrujambe, Candipuro, Tempeh, Pasirian, dan Pronojiwo berhamburan mencari tempat perlindungan.

Namun, kepanikan warga tersebut hanyalah simulasi dampak letusan gunung aktif tertinggi di pulau jawa. Simulasi tersebut digelar di Lapangan desa Candipuro, kecamatan Candipuro, kemarin, Kamis (16/04).

Pantauan media ini dilokasi, hampir semua warga yang tinggal di kecamatan Pronojiwo dan Candipuro terutama di aliran lahar semeru, sungai besuk sat, sungai rejali dan sungai mujur berlarian untuk mengungsi dari ancaman letusan gunung Semeru. Banyak korban berjatuhan. "Tolong-tolong," teriak seorang warga sambil berlari menyelamatkan diri.

Badan penanggulangan bencana Kabupaten Lumajang melakukan evakuasi terhadap warga setempat, mereka dikumpulkan di tempat pengungsian. Bagi korban luka langsung dirawat oleh tim medis.

BACA JUGA : 

Luncurkan Produk Wisata Baru, Gubernur Khofifah: Ingin Wisata Alam, Datanglah ke Lumajang

Gempa Rusak 428 Rumah, Warga di Lumajang Mulai Bersihkan Puing Reruntuhan

Pemkab Lumajang Minta Pihak Swasta Beri Jaminan Sosial Bagi Tenaga Kerja

Dukung Pariwisata Lumajang, Bank Jatim Serahkan 5 Set Tenda Glamping kepada Pemkab

Bupati Lumajang Drs. As'at Malik, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ada 6 kecamatan yang terdampak langsung erupsi Gunung Semeru. Dimana dari enam kecamatan tersebut Kecamatan candipuro paling rawan.

"Candipuro paling rawan, belum lagi kecamatan lain yang menerima limpahan pasir dan batu, apabila terjadi erupsi dan banjir hujan dari Gunung Semeru," katanya.

Dari simulasi tersebut, As'at Malik mengingatkan agar jajaran SKPD harus siap dalam menghadapi bencana sewaktu-waktu terjadi. "Kita harus tahu berada diposisi mana, kita tidak boleh berpangku tangan, saling memberi informasi dan jangan sampaii terlambat," terangnya.

Selain itu, warga juga harus secepatnya merespon, dimana harus memberikan informasi secepatnya jika Gunung semeru meletus sungguhan. "Masyarakat juga begitu harus memberikan info dan tanggap," tegasnya.

As'at juga mengingatkan kepada warga jangan meremehkan meningkatnya status gunung semeru. "Kadang-kadang warga meremehkan begini, Wah ini statusnya sudah meningkat, ini tidak ada apa-apa sudah biasa," katanya.

Simulasi ini, lanjut As'at, agar pemerintah dan warga bisa siap tanggap menghadapi bencana terutama bencana erupsi gunung Semeru. "Simulasi ini untuk mengurangi korban sekecil mungkin," inginnya.

As'at menghimbau agar semua masyarakat Lumajang harus menjaga lingkungan. Pasalnya, kerusakan yang terjadi selama ini diakibatkan oleh tangan manusia sendiri. "Kerusakan bumi tergantung dari tangan manusia," pungkasnya.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...