Suasana rapat koordinasi untuk penanganan banjir di Bengawan Jero, Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Agus Rudyanto. Berbagai pembahasan dilakukan dalam agenda tersebut, dan menghasilkan konsep penanganan banjir Bengawan Jero.
“Perlu saya sampaikan bahwa tindaklanjut dari penanganan jangka pendek seperti normalisasi Kali Dinoyo pada titik kritis sudah dilakukan pada Januari lalu. Kami juga sudah mengusulkan dana sebesar Rp 65 miliar untuk pembangunan total pintu Sluis Kuro," kata Agus.
BACA JUGA:
- Upaya Pertahankan Swasembada Pangan, Pemkab Lamongan Siapkan Langkah Atas Kekeringan
- Antisipasi Kemarau, Bupati Yuhronur Siapkan Strategi Amankan Status Lamongan sebagai Lumbung Pangan
- Bupati Lamongan Raih Top Pembina BUMD 2026
- Target Swasembada Pangan, Pemkab Lamongan Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026
"InsyaAllah kalau sudah tertutup akan efektif mengeluarkan air. Kemudian yang kedua untuk penambahan kapasitas pompa dan normalisasi . Ini usulan prioritas yang sangat urgen untuk penanganan secara permanen,” imbuhnya.
Selain mengusulkan alokasi dana prioritas, ia mengusulkan normalisasi untuk empat sungai yakni Kali Blawi, Malang, Corong dan Mireng (BMCM) serta biaya operasional dan pemeliharaan selama satu tahun yang membutuhkan dana 318 Milyar.
“Jika disetujui semua mencapai 383 Milyar. Bisa untuk normalisasi, gravitasi pembangunan pintu kuro, penambahan pompa dan lainnya,” tuturnya.
Agus juga mengungkapkan berbagai skema, baik jangka pendek hingga jangka panjang untuk menangani banjir di Bengawan Jero agar banjir di Kabupaten Lamongan segera teratasi secara permanen.






