Ratusan orang yang diduga preman bayaran saat digiring ke Polrestabes Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kejadian bentrok dan pengeroyokan pada Kamis, 17 Februari 2022 di PT Mikatasa di Kawasan Industri Rungkut Surabaya yang membuat belasan buruh terluka, masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
Akibat aksi pengeroyokan itu, Polrestabes Surabaya dibantu Polsek Tenggilis mengamankan 124 orang yang diduga preman bayaran.
BACA JUGA:
- Pemuda di Kos Semampir Ditangkap, Polrestabes Surabaya Sita 76 Paket Sabu Siap Edar
- DPRD dan Polrestabes Surabaya Perkuat Sinergi Atasi Parkir Liar hingga Kejahatan Digital
- Perampokan Toko Emas di Wonokromo, 3 Orang Jadi Korban
- Tertipu saat Wawancara Kerja, Motor Pemuda di Surabaya ini Dibawa Kabur Maling
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana menegaskan, dengan kejadian tersebut pihaknya telah mengamankan ratusan orang yang terlibat bentrokan di Kawasan Industri Rungkut tersebut.
“Sebanyak 124 orang masih kami data, masih dalam penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/3/2022).
Dari informasi yang dihimpun, aksi bentrok antara kelompok buruh yang berdemo untuk mogok kerja di PT Mikatasa menimbulkan korban luka. Dalam aksi tersebut, setidaknya 15 buruh menjadi korban pemukulan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, atas insiden tersebut, pihaknya memeriksa kedua belah pihak. Yakni, massa buruh dan kelompok yang melakukan penyerangan.
"Kejadian tersebut masih kami dalami untuk unsur pidananya,” pungkasnya. (nng/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




