Para homoseksual yang digrebek polisi di Surabaya. Pesta seks menyimpang itu berlangsung di ruang kamar hotel eksekutif Hotel Oval Surabaya, Minggu, 17 April 2017. Foto: ANTARA/Septianda Perdana/CNNIndonensia.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Laki-laki berperilaku seksual menyimpang – terutama gay – banyak mencari mangsa di media sosial (medsos). Mereka mencari pria atau laki-laki yang berotot, gagah, dan berkumis.
“Biasanya mereka inbox, menyapa dengan sapaan om,” tutur sumber BANGSAONLINE.com yang selama ini sering mendapat inbox dari kaum gay, Selasa (15/2/2022).
BACA JUGA:
- 29 dari 34 Pria Pesta Gay Positif HIV Usai Diperiksa Polisi dan Dinkes Surabaya
- Polisi Ungkap Kronologi Pesta Seks Gay 'Sewalan Party' di Surabaya, 34 Pria Jadi Tersangka
- Produksi Video Porno Sesama Jenis Sejak 2024, Pria asal Larangan Diamankan Polres Pamekasan
- Polisi Amankan Dua Orang Anggota dan Admin Grup Gay Khusus Surabaya
Menurut dia, sasaran mereka adalah lelaki gagah, berotot, dan berkumis. “Mereka langsung menyatakan suka. Tanpa tedeng aling-aling,” tuturnya.
Kalau inbox mereka direspons, kata sumber itu, mereka akan terus mengejar. “Mereka agresif sekali. Bahkan cenderung memaksa,” tambahnya.
Ia mengaku seringkali dapat inbox. Ia mengaku tak habis pikir. “Padahal mereka yang inbox itu fotonya berkumis, orangnya berotot, kok malah suka orang berotot dan berkumis juga,” katanya.
Menut dia, para gay itu kadang langsung telepon lewat messenger. “Kadang mereka gak kenal waktu,” katanya.
Karena itu ia menyarankan agar tidak perlu direspons. “Tak usah direspons. Jangan iseng atau apa, karena bisa jadi masalah,” katanya.
Ia berharap ada kepedulian pemerintah lewat para ahli psikologi atau agama agar kelompok seksual menyimpang itu tak makin bertambah.
"Ini kan membahayakan negara juga," katanya.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, penyimpangan seksual mulai menimpa remaja. Buktinya, salah satu pemain video gay yang menggegerkan jagat maya di Banjarnegara Jawa Tengah adalah siswa kelas 1 SMA. Namanya berinisial V. Ia baru berusia 17 tahun. Sedang pemeran satunya lagi berinisial J, berusia 24 tahun.
"Pelaku adalah siswa SMA kelas 1. Dari situ kami menangkap pelaku," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto dalam jumpa pers, Senin (14/2/2022).
Kini V dan J ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut Hendri, kedua tersangka pemeran video gay itu menjual konten videonya Rp 150 ribu per link.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




