ILUSTRASI: Rak untuk memajang minyak goreng di salah satu toko modern tampak kosong.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sudah seminggu ini minyak goreng menghilang dari pasaran seperti supermarket, minimarket waralaba, dan tempat perbelanjaan lain. Rak-rak untuk memajang minyak goreng terlihat kosong, dan diisi barang-barang dagangan lain.
Misalnya di minimarket waralaba yang ada di Desa Kembangan dan Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Hal serupa terjadi toko-toko modern di sejumlah wilayah lain di Gresik.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Soft Launching Gresik Universal Science, Wisata Edukasi Digital di Balongpanggang
- Soal 5 Anak Terlantar, Kades Kembangan Gresik Minta Penghuni Indekos dan Kontrakan Lapor RT
- Kawal Dugaan Korupsi di KPU Gresik, Besok Genpatra Audiensi dengan Kajari
- Diduga Ngantuk, Pemotor di Gresik Tewas Usai Menabrak Tiang Listrik Depan Makam Karangsemanding
Padahal, pemerintah sudah gencar menggelar operasi pasar minyak goreng murah. Bahkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke Gresik memantau operasi.
Namun, tampaknya itu belum bisa mengatasi sulitnya masyarakat mencari minyak goreng. Sebab, kuota minyak goreng yang disediakan masih jauh dari kebutuhan masyarakat.
"Iki piye (bagaimana) mas? Masyarakat kelimpungan mencari minyak goreng sampai saat ini. Dikemanakan minyak goreng ini? Wartawan harus bisa bantu masyarakat untuk carikan solusi sulitnya masyarakat mencari migor," ucap Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantau Birokrasj (LPB), Novantoro, kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (5/2).
Ia mengungkapkan, menghilangnya minyak goreng di pasaran belakangan ini menjadi pembahasan hangat di media sosial (medsos) Pusat Informasi Gresik (PIG).
"Yang merespons luar biasa. Mereka minta pemerintah serius menuntaskan persoalan sulitnya mencari migor ini," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




