Kepala Bakesbangpol Jember Edi Budi Susilo saat memberikan materi.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember bersama TNI memberikan penguatan wawasan kebangsaan kepada kader forum kewaspadaan dini, terkait tantangan, hambatan, dan ancaman gangguan masyarakat, di Pendopo Kecamatan Patrang, Kamis (28/10).
Dalam forum tersebut, Kepala Bakesbangpol Jember Edi Budi Susilo mengungkapkan ada sebagian kelompok masyarakat yang sudah mengharam-haramkan hormat bendera dan memasang foto presiden.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"Kemarin kita panggil ke pemda, kami sampaikan, silakan kalian mengatakan hal itu, tapi jangan paksakan pemahaman anda di masyarakat. Ini Indonesia, jadi jangan sampai sesama Islam saling mengharamkan," tegasnya.
Selain itu, ada juga masyarakat yang menganut paham komunisme, liberalisme, dan sosialisme. Mereka ingin merubah Ideologi Pancasila. "Tetapi kini yang sedang tren yakni Islam Radikal," ujarnya.
Edi mengungkapkan, mereka menyebarkan pengaruhnya melalui sektor ekonomi, politik, hingga media sosial.
"Untuk mengantisipasi hal itu, makanya kita harus betul-betul membentengi dengan penguatan kebangsaan," ujarnya.
Menurut Kasi Pasiter Kodim 0824 Kapten Inf. Abdul Mutholib, pihaknya menggelar acara tersebut karena kelompok-kelompok radikal sudah mulai masuk dan memulai aksinya untuk menghancurkan NKRI.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




