Berantas Peredaran Rokok Polos, ​Wali Kota Kediri Libatkan Masyarakat

Berantas Peredaran Rokok Polos, ​Wali Kota Kediri Libatkan Masyarakat Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Sunaryo; Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (tengah); dan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Kediri, Zachrie Ahmad. Foto: Ist

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, memberi pembekalan kepada mereka yang ditunjuk sebagai petugas pengumpul informasi cukai hasil tembakau. Dalam arahannya, ia mengajak semua petugas untuk bersama-sama mengawasi peredaran rokok polos di wilayahnya.

“Rokok itu ada pita cukai, dari situ kita dapat bagian dana bagi hasil. Oleh karena itu, panjenengan dan Pemerintah Kota Kediri diberi tugas mengawasi orang yang menjual rokok polos atau rokok yang tidak pakai pita. Kalau nanti bapak-ibu mendapati rokok yang dijual tidak ada pita cukainya, nanti tolong dilaporkan,” ujarnya, Selasa (21/9).

Menurutnya, selama ini Pemkot Kediri terus melakukan upaya sosialisasi ke masyarakat, salah satunya ke penjaga warung seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dengan membeli rokok berpita cukai, masyarakat juga turut mendapatkan manfaat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pembangunan secara keseluruhan, termasuk BPJS Kesehatan.

“Kita harus awasi ini karena di dalam cukai kita membayar BPJS untuk warga kita yang tidak mampu. Jadi warga kita yang tidak mampu di Kota Kediri akan kita masukkan semuanya dalam BPJS secara gratis, dan bayarnya pakai dana bagi hasil cukai hasil tembakau. Saya dan teman-teman dari Pemerintah Kota Kediri berusaha semaksimal mungkin. Tolong nanti bapak ibu dengarkan secara cermat arahan dari petugas Bea Cukai Kediri,” paparnya.

Abu Bakar berharap kegiatan tersebut memberikan kemanfaatan untuk masyarakat khususnya untuk melayani masyarakat dalam hal pemberantasan rokok polos. Ia juga meminta seluruh masyarakat untuk selalu mawas diri dan menjaga situasi di Kota Kediri bersama-sama.

“Kota Kediri sudah melandai cukup bagus. Saya minta ini kita jaga bersama-sama karena pandemi belum selesai. Kita harus mawas diri dan mohon doanya kita sedang melaksanakan vaksinasi untuk anak-anak SMP, supaya mereka paling tidak kalau sekolah itu sudah ada pelindungnya. Vaksin itu sama dengan kalau kita pakai mobil kita pakai seatbelt, bisa kena tapi ada pelindungnya,” tuturnya.

Simak berita selengkapnya ...