MOJOKERTO (BangsaOnline) - Derita petani cabai di Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto bertumpuk. Pasalnya, musim panen cabai kali ini tidak hanya berbarengan dengan musim penghujan yang berimbas pada kualitas tapi juga persoalan serangan hama.
Tak ayal, musim panen kali ini harga panen cabai diperkirakan bakalan hancur. Tanda-tanda serangan hama pada tanaman cabai ini sudah dirasakan petani sejak dua minggu yang lalu. Tanaman yang telah berusia tiga minggu lebih sudah tampak muncul gangguan di bagian buah dan batang. Buah cabai yang telah berwarna merah diketahui banyak yang mengalami kebusukan.
BACA JUGA:
- Manfaatkan Energi Surya, Tim Teknik Fisika ITS Kembangkan Solar Dryer untuk Petani Cabai Mojorejo
- Ironis, Harga Cabai Mahal, Petani di Kediri Justru Merugi Akibat Tanaman Terserang Hama Patek
- Babinsa Ujungpangkah Gresik Respons Kendala Petani Akibat Melonjaknya Harga Cabai di Wilayah Binaan
- Cuaca Buruk dan Hama, Petani Cabai di Kabupaten Blitar Gagal Panen
’’Tahu-tahu sudah busuk. Mungkin ini karena hama,’’ ungkap Kani, petani cabai asal Desa Desa/Kecamatan Dawar Blandong.
Kebusukan cabai itu hampir merata di wilayah tanam cabai di Dawar Blandong. Jadi, buah yang hampir matang tahu-tahu telah berubah coklat dan kemudian membusuk. Luasan area yang terserang hama mencapai ratusan hektar.
Petani ini menyebutkan, serangan hama yang diduga berupa tungau ini menyerang batang dan buah. Pada batang, hama menyerang akar dan batang sehingga setelah diserang batang tanaman ambruk dan gagal panen. Sedangkan, pada buah, tungau menyebabkan buah yang telah memerah berubah warna menjadi coklat dan kemudian membusuk.
’’Kalau hama ini terus seperti ini, bisa gagal panen,’’ tandasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




