Ilustrasi. foto: skalanews.com
SURABAYA (BangsaOnline) – Pasca keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengesahkan kepengurusan Partai Golkar (PG) hasil munas Ancol berdampak pada kepengurusan DPD PG Jatim. Pasalnya, selama ini DPD PG Jatim paling terdepan pasang badan untuk mendukung hasil Munas Bali dibawah kepemimpinan Aburizal Bakrie (ARB).
Sumber di internal Partai Golkar menyebutkan, Golkar Jawa Timur paling pertama yang akan terkena tsunami politik. Ini dikarenakan mayoritas pengurus harian DPD PG Jatim dikenal pro ARB dan menentang Agung Laksono, Ketua Umum DPP PG Hasil Munas Ancol.
BACA JUGA:
- Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Harap Musda Golkar Gresik Utamakan Musyawarah Mufakat
- Survei ARCI: Sarmuji Legislator Paling Populer dengan Kinerja Terbaik di Jatim
- Dapat Mandat Baru, Ini Nama-Nama Kader Golkar Gresik yang Saat Ini Menjabat di DPD Golkar Jatim
- Pemilihan Ketua Golkar Gresik Digelar Usai Musda XI Provinsi
“Sesuai rekomendasi mahkamah partai, dan berdasarkan azas PDLT (Prestasi Dedikasi Loyalitas dan Tidak Tercela) maka sebentar lagi akan banyak pentolan DPD PG Jatim beserta DPD kabupaten/kota akan dipecat karena tidak loyal kepada hasil Munas Ancol yang menetapkan Agung Laksono sebagai ketua umum,” ucap panjang lebar sumber ini, Selasa (10/3).
Ia juga mengungkapkan, dengan adanya keputusan Menkum Ham ini berarti Partai Golkar yang sah adalah Golkar yang dipimpin Ketua umum Agung Laksono dan Sekjen Zainuddin Amali. Sumber ini mengungkapkan, posisi yang paling terancam adalah Sekretaris DPD PG Jatim Gesang Budiarso yang dikenal sebagai motor utama pendukung Ical di Jawa Timur, termasuk juga Plt Ketua DPD PG Jatim Edi Kuntadi.
“Ada beberapa nama lainnya seperti Bendahara DPD, wakil ketua DPD, Wakil Sekretaris DPD juga ketua-ketua DPD tingkat II,” ungkap sumber tersebut.
Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Leo Nababan, Ketua DPP Organisasi dan Opini Media. Menurutnya, hampir semua DPD PG tingkat I termasuk Jawa Timur masa bakti kepengurusannya sudah habis. Hal ini mendorong pihaknya untuk segera melakukan perombakan organisasi secara besar-besaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




