Kepala DPMPTSP Kabupaten Lamongan, Agus Cahyono.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Lamongan, Agus Cahyono mengatakan saat ini banyak investor yang melirik kawasan Lamongan selatan.
Menurut Agus, dalam periode Januari-April, ada sepuluh perusahaan yang mengajukan perizinan yakni satu perusahaan di bidang makanan, tiga perusahaan di bidang perkayuan, dua di bidang pembuatan alat rumah tangga, dua perusahaan produksi menel, satu pengembang perumahan, dan satu perusahaan bidang lain.
BACA JUGA:
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
- Upaya Pertahankan Swasembada Pangan, Pemkab Lamongan Siapkan Langkah Atas Kekeringan
Sejumlah perusahaan tersebut kata Agus, rencananya beroperasi di Kecamatan, Kedungpring, Kembangbahu, dan Mantup. Semua perusahaan tersebut sudah proses pembangunan. Meski banyak investor yang melirik wilayah Lamongan selatan, terang Agus, bukan berarti Lamongan utara tidak diminati. Menurutnya, kawasan industri pantura lebih ideal untuk didirikan industri skala menengah dan besar.
"Kawasan utara lebih cocok untuk perusahaan berbasis maritim dan perikanan yang membutuhkan cold storage. Sementara kawasan selatan untuk perusahaan yang berbasis agropolitan," ungkap dia, Jumat (2/7) pagi.
Di saat pandemi Covid-19 ini, tambah Agus, iklim investasi di Lamongan tidak ada penurunan, bahkan cenderung mengalami kenaikan.
"Buktinya pada tahun 2020 investasi ada kenaikan 1,5 persen, artinya pandemi Covid-19 tidak berdampak, justru dimanfaatkan para pengusaha untuk mengurus perizinan," pungkasnya. (qom/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




