Para relawan di Pamekasan yang tergabung dalam FRPB ikut berjibaku membendung lonjakan pandemi Covid-19.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Peran relawan dalam memerangi pandemi covid-19 di Kabupaten Pamekasan tidak bisa dipandang sebelah mata, mereka bagaikan pasukan berani mati. Tanpa mengharapkan sesuatu, para relawan ini ikut membendung lonjakan wabah yang sudah banyak memakan korban.
Karena itu, tingginya risiko yang dihadapi para relawan ini seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemkab setempat.
BACA JUGA:
- Perkuat Layanan Kemanusiaan, FRPB Pamekasan Buka Cabang di Surabaya dan Bangkalan
- Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, FRPB Pamekasan Gelar Pelatihan SPAB di MA Sumberjate
- Anniversary Pertama Bani Insan Peduli: Gerakan Kemanusiaan yang Menggetarkan Hati
- Tim FRPB Pamekasan Tiba di Lokasi Bencana Semeru, Siap Perkuat Operasi Kemanusiaan
Seperti halnya para relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana atau FRPB Pamekasan. Selama ini, telah banyak aksi yang dilakukan FRPB dalam menekan penyebaran Covid-19. Mulai dari program disinfeksi lingkungan dan permukiman, hingga terlibat dalam proses penyekatan bersama Tim Satgas Covid-19 setempat di Pos Penyekatan Terminal Barang, Tlanakan.
Termasuk di masa penyekatan yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu di Pulau Madura, FRPB iku menjemput warga Pamekasan yang terjaring penyekatan dengan hasil swab antigen positif.
Menurut Budi Cahyono, Ketua FRPB, setidaknya sudah 8 orang warga Pamekasan yang telah dijemput oleh tim FRPB itu selama masa penyekatan. Mulai dari penyekatan di Kabupaten Bangkalan, Kota Surabaya, serta di Pasongsongan, Sumenep.
"Kami bergerak setelah melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan melalui surat tugas resmi untuk penjemputan sukarela itu," kata Budi Cahyono yang juga SPV Pusdalops BPBD Pamekasan, Kamis (24/06/21) pagi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




