Rabu, 04 Agustus 2021 12:56

Syafiuddin Sebut Kehadiran Petinggi TNI-Polri di Madura Tak Berikan Dampak Signifikan

Rabu, 23 Juni 2021 16:27 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fauzi
Syafiuddin Sebut Kehadiran Petinggi TNI-Polri di Madura Tak Berikan Dampak Signifikan
Anggota Komisi V DPR RI H. Syafiuddin Asmoro. (foto: ist.)

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi V DPR RI H. Syafiuddin Asmoro memberi sorotan pascakehadiran Panglima TNI, Kapolri, Kementerian Kesehatan, dan BNPB di Bumi Sakera.

"Kedatangan petinggi TNI-Polri tidak memberikan dampak yang signifikan, karena tidak ada langkah konkret yang menyentuh masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan," ujarnya kepada media, Rabu (23/6/2021).

"Tidak ada action, langkah-langkah konkretnya saat ini belum ada yang menyentuh kepada masyarakat Madura, kehadiran para petinggi pusat tidak memberikan dampak signifikan," ucap Politikus Senayan itu.

Ia membeberkan, justru kehadiran Kapolri-Panglima TNI ke Madura seakan-akan Madura mencekam dan tidak kondusif, tidak aman, serta abai terhadap protokol kesehatan. "Padahal, masyarakat Madura sangat kondusif, aman, dan patuh terhadap prokes," kata Abah Syafi', sapaan akrabnya.

BACA JUGA : 

Serahkan Bansos Uang, Bupati Bangkalan: Manfaatkan Secara Efektif, Efisien, dan Tepat Sasaran

Tekan Laju Corona, Komunitas Song Osong Lombhung Gelar Bagi-Bagi Masker di Masjid dan Pasar

Resmi Dilantik, Kades Kelbong Siap Laksanakan Amanat Bupati Bangkalan

Kejari Bangkalan Imbau Kades Terpilih Pergunakan Dana Desa Secara Cepat dan Tepat

"Seakan-akan saat ini pendekatan keamanan yang menjadi prioritas, Madura khususnya Bangkalan tidak kondusif, terjadi instabilitas. Padahal, Madura aman, stabil, dan kondusif," imbuh Politikus PKB tersebut.

Seharusnya, kata Syafiuddin, pascakedatangan Panglima TNI, Kapolri, Kemenkes, BNPB, Kapolda Jatim, Pangdam Brawijaya, dan Gubernur Jawa Timur, ada gelontoran bantuan Covid-19, karena di Kementerian Sosial memang ada anggaran hasil refocusing untuk penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, ia menyayangkan belum terjunnya Menteri Sosial Tri Rismaharini secara langsung ke Madura sampai saat ini. "Menyayangkan Kementerian sosial tidak hadir, mengingat Bu Menteri (Risma) Mantan Wali Kota Surabaya, seharusnya peka terhadap persoalan yang ada di Madura," tegasnya.

Namun demikian, ia tetap memberi apresiasi terhadap Kapolri, Panglima TNI, dan Kemenkes, serta BNPB atas goodwill pemerintah pusat. "Kemensos datang ke Madura, karena memiliki anggaran bantuan Covid-19 yang cukup besar," terangnya.

Ia berharap kepada pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur agar dapat memberikan bantuan Covid-19 seperti obat-obatan dan vitamin, serta pemulihan ekonomi kepada masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan.

Ia memaparkan, pandemi Covid-19 betul-betul melumpuhkan ekonomi Madura. "Dibutuhkan sentuhan ekonomi, tidak cukup prokes menjadi proritas, bantuan ekonomi jalan keluar," jelasnya.

Pada kesempatan ini ia mengingatkan pemerintah pusat, kalau hal ini dibiarkan, Madura akan lumpuh secara ekonomi. "Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa bermuara pada gejolak sosial atau persoalan yang lain jika tidak ada goodwill dari pemerintah pusat," pungkasnya. (uzi/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...