Ketua PWI Perwakilan Kediri, Bambang Iswahyoedi. foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - PWI Kediri mengecam aksi penembakan yang menyebabkan tewasnya Marsal Harahap, wartawan yang juga Bendahara SMSI Pematangsiantar – Simalungun, Sumatra Utara (Sumut).
“PWI Perwakilan Kediri mengecam dan mengutuk keras aksi penembakan yang menyebabkan tewasnya wartawan di Sumatra Utara oleh orang yang tidak dikenal,” tegas Ketua PWI Perwakilan Kediri Bambang Iswahyoedi, Minggu (20/6).
BACA JUGA:
- Siwo PWI Kediri Raya Siapkan Turnamen Domino Pelajar dan E-Football Wartawan
- Bakti Sosial HPN 2026, PWI Kediri Raya Salurkan Sembako dan Santuni Ratusan Anak Yatim
- Bantah Backingi Samsat, PWI Kediri Raya Tak Pernah Kerja Sama dengan Aliansi Jurnalis Kediri
- PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Catur Terbuka V
Bambang mendesak polisi untuk segera mengungkap aksi main hakim sendiri yang masih berlangsung di negara yang konon menjunjung tinggi demokrasi ini. “PWI sebagai organisasi wartawan mendesak Kapolres, Kapolda, dan Kapolri untuk mengungkap aksi premanisme ini,” sambungnya.
Seperti diketahui, wartawan media online Pematang Siantar, Marsal Harahap tewas ditembak orang tidak dikenal di Huta 7, Pasar 3, Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Korban ditemukan di dalam mobil sekitar 300 meter dari rumahnya. Warga sempat membawanya ke RS, namun sudah dinyatakan meninggal.
Keluarga meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




