Kamis, 05 Agustus 2021 00:26

Cek Kesiapan Akhir, Forkopimda Kota Batu Laksanakan ​Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021

Rabu, 05 Mei 2021 12:06 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Agus Salimullah
Cek Kesiapan Akhir, Forkopimda Kota Batu Laksanakan ​Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021
Wakil Wali Kota Batu H. Punjul Santoso bersama Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo saat melakukan pemantauan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Alun-Alun Kota Batu, Rabu (5/5/2021) pagi. (foto: ist)

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Sebagai pengecekan akhir kesiapan pengamanan Idulfitri dan larangan mudik, diselenggarakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Alun-Alun Kota Batu, Rabu (5/5/2021) pagi. Apel ini dihadiri Wakil Wali Kota Batu H. Punjul Santoso dan Forkopimda Kota Batu.

Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo yang memimpin apel dalam amanatnya menyampaikan bahwa larangan mudik tahun ini diberlakukan karena berbagai hal. Salah satunya karena pengalaman Idulfitri tahun 2020 lalu.

Meskipun larangan mudik diberlakukan, diperkirakan tahun ini masih ada 17,5 juta orang yang melakukan mudik. Untuk itu, dalam Operasi Ketupat Semeru 2021 ini, polisi akan berupaya untuk mengamankan ketertiban sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara melarang kegiatan mudik.

"Jangan sampai peringatan Bulan Suci Ramadan dan Idulfitri menjadi kekhawatiran baru di masa mendatang," ujar Kapolres Batu.

BACA JUGA : 

Jelang Bergulirnya Liga 1, Manajemen Arema FC Temui Kapolres Batu

Terdampak PPKM, Istri Sakit, Driver Ojol di Kota Batu ini Terpaksa Utang Tetangga Untuk Beli Obat

Masih Zona Merah, BOR RS di Kota Batu Capai 97,10 Persen

Peduli Driver Ambulans, Satlantas Polres Batu Bagikan Sembako

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2021, polisi tidak hanya menyosialisasikan tentang penegakan protokol kesehatan saja, tetapi juga tentang larangan mudik yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021. Di mana masyarakat tidak boleh mudik/keluar wilayah rayon dan akan dibuat penyekatan di beberapa lokasi perbatasan antardaerah.

Bagi yang ketahuan melanggar, mereka akan dipaksa putar balik. Kecuali kendaraan pengangkut logistik, obat-obatan, dan pemadam kebakaran. Termasuk mereka yang melaksanakan perjalanan dinas yang dilengkapi dengan surat tugas, dan masyarakat yang memiliki keperluan mendesak seperti ada anggota keluarga yang meninggal, akan melahirkan, dan lainnya. (asa/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...