Senin, 10 Mei 2021 03:37

Bupati Ngawi Persiapkan Generasi Muda Sebagai Petani Andal

Selasa, 13 April 2021 21:26 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Bupati Ngawi Persiapkan Generasi Muda Sebagai Petani Andal
Bupati Ngawi Ony Anwar saat me-launching pertanian organik beberapa waktu lalu.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono terus berupaya meningkatkan sektor pertanian, mengingat Kabupaten Ngawi termasuk sebagai lumbung pangan nasional. Salah satunya, dengan menyiapkan generasi muda sebagai petani andal di era revolusi industri 4.0.

Untuk menciptakan petani generasi millenial, orang nomor satu di Kabupaten Ngawi tersebut telah menyiapkan pemberdayaan bagi warga desa, utamanya pemuda. Nantinya, mereka akan diajari bercocok tanam memanfaatkan teknologi terkini, meliputi alan dan mesin pertanian.

"Tentunya semua akan berimbas dan berdampak. Biasanya saat panen (butuh) banyak tenaga kerja, tetapi dengan mesin akan lebih cepat dan efisien, juga menjaga kualitas hasil panen," terangnya kepada BANGSAONLINE.com saat ditemui di kediamannya.

Dengan mencetak petani milenial yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0, diharapkan Kabupaten Ngawi akan semakin maju. Apalagi ditunjang dengan sistem pertanian agro tech yang berbingkai pertanian organik.

BACA JUGA : 

Covid-19 di Ngawi Menunjukkan Tren Kenaikan, Anggota TNI Blusukan Sosialisasikan Prokes

Wakapolres Ngawi Kukuhkan Pengurus Da'i Kamtibmas

Nekat Mudik Saat Lebaran, ASN Pemkab Ngawi Bakal Disanksi Tak Terima TPP

Maksimalkan Serapan Gabah, Bupati Ngawi Lakukan MoU dengan Gubernur DKI

"Kita persiapkan sebuah program, untuk mengedukasi petani milenial yang mampu mengaplikasikan dunia digital demi meningkatkan angka pangan," katanya.

"Kita harus berani untuk menuju perubahan dengan meninggalkan sistem lama ke sistem yang lebih maju," jelas Mas Ony -sapaan Bupati Ngawi.

Menurutnya, masih banyak sektor yang belum mencapai titik keseimbangan pangan, karena untuk mencapainya diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan berkompeten. "Sudah saatnya dari pola tradisional kita persiapkan ke pola teknologi, dengan menyiapkan para generasi muda sebagai petani yang andal," urainya.

"Dengan adanya perubahan tersebut, tentunya pasti akan timbul dampak. Kalau sebelumnya banyak tenaga manusia yang dilibatkan pada proses pertanian, dengan adanya perkembangan teknologi akan menggunakan mesin. Hal tersebut tentunya akan berimbas pada beberapa orang dalam penghasilan," pungkasnya. (nal/rev)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...