Jumat, 07 Mei 2021 22:49

PWI dan IJTI Kota Mojokerto Gelar Teatrikal Kecam Aksi Kekerasan, Forkopimda Lepas Merpati

Selasa, 30 Maret 2021 17:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
PWI dan IJTI Kota Mojokerto Gelar Teatrikal Kecam Aksi Kekerasan, Forkopimda Lepas Merpati
Aksi teatrikal penganiayaan terhadap pekerja media. foto: YUDI EKO P/BANGSAONLINE

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Aksi keprihatinan terhadap Wartawan Tempo Nurhadi masih bergulir. Di Mojokerto, aliansi pekerja media cetak, tv, radio, dan online tumplek-blek di alun-alun kota setempat.

Massa aksi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengecam dugaan tindak kekerasan oknum aparat terhadap profesi jurnalis.

Aksi itu diwarnai aksi teatrikal penyerangan oknum aparat terhadap pekerja pers. Massa aksi yang berjumlah hampir 100 orang tersebut juga melakukan membuang id card di jalanan berikut kamera sebagai bentuk perlawanan. Alat kerja tersebut selanjutnya ditaburi dengan bunga sebagai simbol matinya demokrasi.

Ketua PWI Mojokerto Diak Eko Purwoto dalam orasinya, mengecam dan mengutuk tindakan barbar aparat. "Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan barbar aparat. Semua aktor kekerasan harus diganjar hukuman," ucapnya.

BACA JUGA : 

Berbagi untuk Negeri, Tjiwi Kimia dan PWI Mojokerto Salurkan Paket Sembako ke Anak Yatim dan Duafa

Bawaslu Mojokerto Libatkan PWI Dalam Pengawasan Pemilu

Jelang Lebaran, PWI Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Sopir Angkot

Gelar Muskorda II, Bang Roma Nahkodai IJTI Kediri

Sebagai ketua PWI, ia juga menyampaikan sejumlah pernyataan sikap, yakni mengingatkan semua kalangan bahwa wartawan dilindungi undang-undang, kode etik yang sah di mata hukum.

"Kekerasan yang menimpa Nurhadi adalah bentuk ancaman terhadap pers nasional. Yakni ancaman terhadap kebebasan dan kemerdekaan pers yang sejatinya harus dilindungi negara," katanya.

PWI juga mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara tuntas dan membawa pelaku ke pengadilan.

(Jajaran Forkopimda dan ketua PWI Mojokerto melepaskan merpati sebagai simbol kebebasan berpendapat dan berorganisasi)

Aksi orasi itu dilakukan secara bergantian oleh para wartawan, seperti oleh Mujiono dari Jurnal Mojo.com dan Shiro dari Lentera Inspiratif.com

Aksi dilanjutkan dengan aksi peletakan id card dan kamera di jalanan, dan dilanjutkan dengan aksi tabur bunga. Di atas alat kerja yang diletakkan sebagai simbol perlawanan tersebut, dua wartawan diserang secara beramai-ramai oleh wartawan yang lain. Aksi teatrikal wartawan ini mendapat penjagaan cukup ketat dari aparat kepolisian setempat.

Yang menarik, aksi ini dihadiri oleh segenap jajaran Forkopimda. Mulai dari Kapolres Mojokerto Kota, Kapolres Mojokerto, Wawali Mojokerto, Kejari Mojokerto, Dandim 0815 Mojokerto, dan Kemenag setempat.

Wawali Mojokerto Achmad Rizal Zakaria sempat memberikan sambutan dalam aksi ini. Orang nomor dua di Kota Mojokerto ini secara tegas mengecam aksi kekerasan terhadap media. "Kami tidak dapat membenarkan dan mengecam aksi tersebut. Namun kita mendengar kasus ini sudah diusut oleh aparat kepolisian, dan kita serahkan penanganannya kepada petugas,'' ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Mojokerto AKBP Dony Alexander memaparkan, jika pihaknya mendukung apa yang dikatakan wawali. "Kami mendukung apa yang dikatakan Pak Wawali, dan mempercayakan pengusutan dugaan kekerasan terhadap wartawan melalui tim yang dibentuk Polda Jatim,'' paparnya.

Dia menjelaskan jika di Mojokerto, pihaknya tetap menjaga sinergitas yang telah terjalin selama ini antara polres dan wartawan. "Di Mojokerto kita menjalin sinergitas antara kepolisian dan wartawan," pungkasnya.

Aksi itu ditutup dengan pelepasan burung merpati oleh Forkopimda dan Ketua PWI Mojokerto sebagai simbol ketulusan dan kebebasan wartawan. (yep/ian) 

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...