Jumat, 07 Mei 2021 22:41

Gelar Aksi Solidaritas, Jurnalis Pamekasan Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis Tempo

Senin, 29 Maret 2021 21:35 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yeyen
Gelar Aksi Solidaritas, Jurnalis Pamekasan Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis Tempo
Gabungan dari berbagai komunitas wartawan di Kabupaten Pamekasan menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk kecaman atas kekerasan pada salah satu Wartawan Tempo di Surabaya. (foto: ist)

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Gabungan dari berbagai komunitas wartawan di Kabupaten Pamekasan menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk kecaman atas kekerasan pada salah satu Wartawan Tempo di Surabaya.

Aksi tersebut menampilkan teatrikal, bagaimana kekerasan terjadi terhadap wartawan yang seakan-akan dipukul, dianiaya, dan dirampas kameranya yang digelar di Area Monumen Arek Lancor. Dalam aksi itu, mereka juga membentangkan beberapa poster yang bertuliskan protes sebagai bentuk kekerasan terhadap wartawan.

Miftahul Arifin, Korlap Aksi mengatakan, kekerasan yang dilakukan terhadap Jurnalis Tempo saat melakukan peliputan merupakan tindakan melanggar hukum serta mencederai profesi jurnalis sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999.

"Sementara dari informasi yang beredar di media. Korban ternyata tidak hanya mengalami tindak kekerasan, melainkan juga ada insiden penyekapan dan pengeroyokan," ungkapnya di Monumen Arek Lancor sebelah sisi selatan, Senin (29/3/2021) siang.

BACA JUGA : 

Gelar Agenda Tahunan, Bani Grup Bersama Jurnalis Centre Pamekasan Bagikan 2.000 Takjil

Datangi Polres, PWI Pasuruan Gelar Aksi Solidaritas Atas Penganiayaan Terhadap Wartawan Tempo

Wartawan Bangkalan Minta Kapolda Jatim Mundur, Jika Tak Bisa Tuntaskan Kasus Penganiayaan Jurnalis

Kapolda Jatim Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Penganiayaan Wartawan Tempo

Arifin juga menjelaskan bahwa aksi ini sudah berkali-kali digelar dengan tujuan yang sama, yakni agar tindak kekerasan terhadap insan jurnalis tidak terulang kembali, dan pelakunya segera diproses.

"Kemarin terjadi di Situbondo satu profesi juga mengalami kekerasan. Dan sekarang kembali terjadi lagi yaitu di Surabaya," tuturnya.

Selain itu, Ipink--sapaan akrabnya juga mengingatkan mengenai aksi kekerasan yang juga menimpa terhadap salah satu jurnalis di Pamekasan pada 6 bulan yang lalu. Di mana pelakunya sampai saat ini masih belum terungkap.

"Kami berharap besar terhadap pihak kepolisian untuk segera mengungkap dan segera memproses secara hukum pelaku tidak kekerasan terhadap insan jurnalis di Surabaya dan juga di Pamekasan," tutupnya. (yen/zar)

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...