Rabu, 12 Mei 2021 19:08

Mengenal Kampung 1001 Malam di Surabaya, Kampung Marjinal yang Luput dari Perhatian

Sabtu, 27 Maret 2021 11:57 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Mengenal Kampung 1001 Malam di Surabaya, Kampung Marjinal yang Luput dari Perhatian
Kondisi Kampung 1001 Malam yang berada di kolong jembatan Tol Waru-Tanjung Perak.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tak banyak orang tahu, di Surabaya yang tampak megah sebagai kota metropolitan, ada sebuah kampung yang dikenal dengan sebutan 'Kampung 1001 Malam'. Kampung yang berada di kolong jembatan Tol Waru-Tanjung Perak itu dihuni 175 kepala keluarga (KK). Mayoritas warga yang menetap di sana adalah pengamen dan pemulung.

Dalam penulusuran BANGSAONLINE.com, kampung yang masuk dalam kawasan Lasem Baru, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya ini dulu dikenal sebagai salah satu kawasan prostitusi. Kampung ini memang berdampingan dengan Tambak Asri.

Kampung 1001 Malam itu terbagi dua, dipisahkan sungai. Untuk menuju ke sana harus menggunakan perahu tambang.

BACA JUGA : 

Menelusuri Dua Kampung Miniatur Etnis, Kampung Pecinan dan Kampung Bali di Dukuh Pakis

Antisipasi Keramaian dan Penyebaran Covid-19, Takbir Keliling di Surabaya Ditiadakan

Pemkot Surabaya Imbau Warga Laksanakan Ibadah Salat Idul Fitri di Rumah

PSEL Benowo Jadi Pilot Project Nasional

"Pada tahun 1999, Kampung 1001 malam ini dulunya masih dihuni beberapa rumah. Lorong dan jalan gelap, belum ada penerangan sama sekali, karena PLN belum ada yang masuk mas," ujar Sri Purwanti, Ketua RT Kampung 1001 malam mengawali kisahnya, Jumat (26/3/2021).

"Sampai saat ini pun juga masih jauh dari perhatian pemerintah kota. Kita sudah berupaya ke DPRD pun beberapa kali juga belum juga ada tanggapan, dan hanya dijanjikan akan diusahakan. Ya mungkin terbentur status tanah kita masih milik Jasa Marga," ujar Wanti, sapaan Sri Purwanti.

Dalam penelusuran, BANGSAONLINE.com bertemu sepasang suami istri dan dua anaknya yang masih balita. Dia tinggal persis berdempetan dengan jembatan tol. Menempati gubuk kayu triplek dan terpal plastik berukuran 2 x 4 meter yang hanya mengandalkan penerangan dari PJU jalan tol.

Mereka adalah Iin dan Firman. Berprofesi sebagai pemulung dan pengamen. Menempati gubuknya sejak tahun 2010. Mereka pun tetap ceria kepada tamu asing yang melintas di situ.

"Saya asli Jember Mas. Suami saya asli Surabaya. Suami saya pengamen, anak kami empat sebenarnya, tapi dua sudah meninggal. Sekarang tinggal dua. Ya mau bagaimana lagi mas, yang penting kami bisa hidup dan menghidupi, meski dengan kondisi seperti ini," ujar Iin sembari melirik suaminya yang duduk di sampingnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Rohim, salah satu warga kampung 1001 Malam yang setiap harinya menarik perahu tambang.

"Saya sudah puluhan tahun mas di sini. Setiap hari ya begini ini, menarik perahu. Dan saya tidak pernah mematok harga berapa pun bagi siapa pun yang mau menyeberang. Seikhlasnya," ujar pria paruh baya ini. (nf/ns)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 12 Mei 2021 04:55 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- YANG saya bicarakan ini adalah listrik untuk usaha. Untuk bisnis –perdagangan dan terutama industri.Bukan listrik untuk rumah tangga.Amerika Serikat mendapatkan sumber utama listrik dari gas yang murah. Tiongkok dari ten...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...