Senin, 19 April 2021 15:14

Borong 176 Mobil Baru dan Mewah, Desa di Tuban Mendadak Jadi Kampung Miliarder

Rabu, 17 Februari 2021 22:14 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Borong 176 Mobil Baru dan Mewah, Desa di Tuban Mendadak Jadi Kampung Miliarder
Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto (kiri) dan Presiden Direktur PT PRPP, Kadek Ambhara Jaya.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendadak popular. Desa yang dipimpin Kepala Desa Gianto itu kini jadi sorotan publik seantero Indonesia.

“Kampung miliarder dadakan,” demikian kalimat yang pantas disematkan bagi desa tersebut.

Warga Desa Sumurgeneng yang mata pencahariannya bercocok tanam alias petani itu kini bergelimangan harta. Mereka mendapat ganti rugi lahan untuk pembangunan kilang minyak PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) atau yang biasa dikenal sebagai Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

BACA JUGA : 

​Tinjau Proyek Gas di Bojonegoro, Ahok Minta JTB On-Stream Tepat Waktu

Jelang Ramadan, Pertamina Peduli Santuni Yatim Piatu di Bojonegoro

​Kiai Asep Minta Para Ulama Merenung Atas Terbakarnya Kilang Minyak Pertamina

Pengisian Jabatan Sekdes Campurejo Tuban Tunggu Tes Ulang Dua Calon Perangkat Desa

(Iring-iringan mobil truk towing yang membawa mobil baru dan mewah milik warga Desa Sumurgeneng Tuban Jawa Timur)

Yang menarik, mereka bukan hanya bahagia, tapi juga euforia. Uang ganti rugi itu langsung dibelanjakan barang-barang mewah. Puluhan warga desa memborong mobil berbagai merk dari hasil penjualan tanah untuk kilang minyak itu. Tak kurang 176 mobil mewah berbagai merk diangkut ke desa tersebut.

Semula 17 mobil baru datang secara bersamaan dan dimuat truk towing dengan pengawalan mobil patroli. Iring-iringan mobil itu langsung menyedot perhatian.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto mengatakan, total terdapat 840 Kepala Keluarga (KK) di desa yang dipimpinnya. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 225 warganya yang mendadak menjadi miliarder dan memborong mobil secara serentak setelah mendapat ganti rugi lahan dari Pertamina.

"Tanah mereka dibeli dengan harga Rp 600 ribu per meter sampai Rp 800 ribu rupiah per meternya, paling banyak ada yang mendapat sebanyak Rp 26 miliar," ujar Gianto di rumahnya, Rabu (17/2).

Menurut Gianto, selain membeli mobil, warga juga membeli tanah lagi sebagai investasi jangka panjang. Selebihnya uang tersebut dipergunakan untuk merenovasi rumahnya.

"Banyak juga yang menggunakan uang itu untuk merehab tempat tinggalnya," imbuh kades muda ini.

Dikonfirmasi terpisah, Presiden Direktur PT PRPP, Kadek Ambhara Jaya mengatakan, apa yang dilakukan oleh masyarakat sekitar tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab, mereka juga ingin menikmati hasil penjualan tanah untuk beli mobil, beli tanah, dan lain sebagainya.

"Saya berpesan agar masyarakat Desa Sumurgeneng lebih memanfaatkan yang ada. Jangan sampai dihabiskan secara langsung tanpa berinvestasi jangka panjang, bisa juga di buat modal usaha," ucap Kadek.

Sekedar informasi, sebesar Rp 225 triliun telah disiapkan untuk pembangunan kilang minyak PT. Pertamina-Rosneft di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Lahan yang dibutuhkan seluas 841 hektare. Masing-masing 341 hektare milik KLHK, 109 hektare lahan Perhutani, dan 384 hektare milik warga di tiga desa. Yakni Desa Wadung, Desa Sumurgeneng, dan Desa Kaliuntu. (gun/ian)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...