Rabu, 21 April 2021 06:00

Dipanggil Kejari Gresik Sebagai Saksi Dugaan Korupsi, Camat Duduksampeyan Mangkir

Rabu, 10 Februari 2021 21:45 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Dipanggil Kejari Gresik Sebagai Saksi Dugaan Korupsi, Camat Duduksampeyan Mangkir
Camat Duduksampeyan Suropadi.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Camat Duduksampeyan Kabupaten Gresik, Suropadi, mangkir dari pemanggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi penggunaan keuangan APBD Gresik tahun 2017, 2018, dan 2019.

Penyidik Pidana Khusus Kejari Gresik sedianya menjadwalkan pemanggilan Suropadi pada Rabu (10/2/2021) hari ini. Namun, ia mangkir alias tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Padahal, Kejari Gresik sudah menyiapkan mobil ambulans untuk mengantisipasi jika Suropadi sakit atau mengeluhkan kesehatannya.

Penyidik menunggu Suropadi hingga pukul 16.00 WIB. Namun, mantan Camat Cerme itu tak kunjung datang.

Sementara Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiyansyah didampingi Kasi Pidsus Dymas Adji Wibowo menyatakan hingga kini status Camat Suropadi masih sebatas saksi. 

BACA JUGA : 

KPK Belum Tentukan Tersangka Kasus Korupsi PDAM Gresik, Tunggu Jumat Keramat?

Selain PDAM, Sejumlah Anggota DPRD Gresik Periode 2009-2014 dan 2014-2019 Diduga Masuk Radar KPK

KPK Dalami Dugaan Luberan Uang Kerja Sama ke Parpol, Begini Tanggapan Dirut PDAM Gresik

Usai Dipanggil KPK, Mantan Dirut PDAM Gresik Muhammad, Susah Dihubungi

"Hari ini adalah pemanggilan keempat yang kami lakukan kepada Suropadi untuk permintaan keterangan," kata Dimaz kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Dimas mengaku tak mendapat kabar terkait alasan ketidakhadiran Suropadi. "Kami masih berharap Suropadi yang menjabat sebagai Camat Duduksampeyan kooperatif," harapnya.

Dikatakan Dimaz, pemanggilan Suropadi kali ini menindaklanjuti hasil audit dari Inspektorat Pemda Gresik. "Hasil audit sementara dari Inspektorat ada dugaan kerugian negara kurang lebih Rp 1 miliar. Untuk itu, kami harap yang bersangkutan mengikuti proses yang ada," ungkapnya.

Lanjut Dimaz, kerugian itu diduga akibat penyalahgunaan dalam pengelolaan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan tahun 2017, 2018, dan 2019. 

"Suropadi telah kami mintai keterangan saat penyelidikan, dan satu kali saat kasus dugaan korupsi penggunaan APBD 2017, 2018, dan 2019 naik menjadi dik (penyidikan). Kali ini pemanggilan keempat kalinya," pungkasnya. (hud/ian)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...