Rabu, 21 April 2021 05:13

Pantau Gunung Semeru, Wabup Lumajang: Bukan Letusan, Tapi Akibat Gratifikasi, Tak Ada Pengungsian

Minggu, 17 Januari 2021 11:01 WIB
Editor: mma
Pantau Gunung Semeru, Wabup Lumajang: Bukan Letusan, Tapi Akibat Gratifikasi, Tak Ada Pengungsian
Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Dandim dan Kapolres saat memantau langsung Gunung Semeru di pos pantau Gunung Semeru Lumajang, Ahad (17/1/2021). foto: IST/ BANGSAONLINE.COM

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Dandim dan Kapolres turun langsung memantau Gunung Semeru yang kini menumpahkan awan panas. “Tadi itu bukan letusan, tapi akibat gratifikasi yang menyebabkan guguran awan panas,” kata Wabup Indah Aperawati kepada BANGSAONLINE.com, Ahad (17/1/2021) pagi.

Wabup Indah baru saja turun dari Pos Pantau Gunung Semeru bersama Dandim dan Kapolres Lumajang.

Menurut dia, kini kondisi Gunung Semeru sudah aman. “Lava panas masih ada tapi sedikit, dan itu pun masih di atas sekitar 2 KM dari puncak Semeru. Jauh dari pemukiman,” tegasnya.

BACA JUGA : 

Di Lumajang, Kiai Asep Tawari Beasiswa Anak Suami-Istri yang Meninggal Akibat Tertimpa Batu

Kiai Asep-Gus Barra Buka Bersama Korban Gempa, Sumbang 6 Ton Beras, Mie, Mukena, dan Uang

Yang Rusak Berat Dapat Rp 50 Juta, ​77 Tempat Ibadah Terdampak Gempa di Jatim

​Gubernur Khofifah Naik Motor 4 Km, Tinjau Korban Gempa di Lumajang

Lalu bagaimana dengan penduduk? Ia menuturkan bahwa kini penduduk sebagian berada di rumannya masing-masing. “Sebagian ke rumah saudaranya. Tapi tidak ada pengungsian,” tuturnya lagi.

Menurut dia, kini Gunung Semeru masih waspada II. “Penduduk tetap waspada dan dilarang beraktivitas 4 KM dari arah bukaan kawah, " pesan Wabup Indah Amperawati.

Seperti diberitakan BANGSASONLINE.com, Gunung Semeru yang terletak di Lumajang Jawa Timur mengeluarkan awan panas, Sabtu (16/1/2021).

“Sore ini, jam 17.24 Gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4,5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi guguran awan panas,” tulis Bupati Lumajang Thoriqul Haq pada akun Twitter-nya, Sabtu (16/1/2021).

Secara administratif, Gunung Semeru termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Menurut Wikipedia, Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. (mma)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...