Senin, 01 Maret 2021 07:42

Ini Kriteria Petani yang Berhak Dapat Bantuan Pupuk Gratis dari Kementan

Selasa, 29 Desember 2020 15:00 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Herman Subagyo
Ini Kriteria Petani yang Berhak Dapat Bantuan Pupuk Gratis dari Kementan
Sunarti, Ketua Poktan Purwo Dadi Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek saat berada di area PATB miliknya. (foto: HERMAN/ BANGSAONLINE)

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Didik Susanto menjelaskan ada beberapa kriteria bagi poktan (kelompok tani) yang berhak mendapat bantuan pupuk gratis jenis NPK dari Kementan (Kementrian Pertanian).

"Kriteria tersebut adalah petani itu harus tergabung dalam poktan dan memiliki lahan PATB (Perluasan Area Tanam Baru) terutama tanaman padi," ungkap Didik ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/12/2020).

Dia menerangkan, apabila petani itu tidak tergabung dalam poktan dan tidak memiliki lahan PATB, maka ia tidak berhak mendapat bantuan pupuk gratis dari Kementan. PATB adalah sebuah lahan yang sebelumnya ditanami tanaman tegakan yang selanjutnya diubah oleh petani menjadi lahan untuk tanaman padi.

"Jadi misalkan petani hutan yang tergabung dalam poktan dan telah bekerja sama secara legal dengan Perhutani kemudian mengubah lahannya menjadi lahan untuk tanaman padi, ya petani itu berhak mendapat bantuan pupuk gratis," terangnya.

Karena itu, lanjutnya, petani yang sejak dahulu telah memiliki lahan tanaman padi tidak termasuk dalam PATB.

Kendati demikian, kata Didik, meski petani itu tergabung dalam poktan dan memiliki PATB namun tidak diusulkan oleh poktan, maka bisa dipastikan petani itu tidak mendapatkan bantuan pupuk gratis dari Kementan.

Sementara itu, Sunarti, Ketua Poktan Purwo Dadi Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek yang telah mendapat bantuan pupuk gratis jenis NPK dari Kementan mengatakan bahwa dirinya sengaja mengubah lahan tegakan menjadi lahan tanaman padi karena adanya program PATB dari Kementan.

"Sebelumnya lahan ini lahan yang ditanam tebu, terus kemudian beralih ke lahan tanaman padi," kata Sunarti.

Sunarti mengaku mengubah lahan tebunya menjadi lahan tanaman padi, karena ada bantuan pupuk gratis dari program Kementan berupa PATB. Dia juga menjelaskan bahwa bantuan pupuk yang diterima oleh Poktan Purwo Dadi sejumlah 6 ton. Bantuan tersebut sudah dibagikan secara gratis kepada anggotanya.

Selain itu, wanita paruh baya ini juga menjelaskan bahwa lahan yang kini ditanami padi saat ini hanya mengandalkan air dari hujan atau biasa dikenal dengan istilah tadah hujan.

Dengan adanya bantuan tersebut, Sunarti menyampaikan terima kasih kepada Kementan dan dia pun berharap agar ke depan bantuan dari Kementan akan lebih banyak lagi bagi petani di Trenggalek.

Sekadar diketahui, sejumlah 136 poktan yang berada 12 kecamatan di Kabupaten Trenggalek telah menerima bantuan pupuk gratis dari Kementan sejumlah 540 ton dalam dua minggu terakhir ini. Sementara dua kecamatan, yakni Watulimo dan Pogalan tidak mendapatkan bantuan pupuk gratis dari program PATB Kementan. (man/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 28 Februari 2021 10:23 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE com - Rakyat Indonesia sudah lama menunggu karya anak bangsa. Dalam segala bidang. Termasuk vaksin. Agar tak selalu tergantung pada bangsa lain.Nah, saat semua negara panik karena pandemi Covid-19, lahir vaksin nusantara, karya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...