Senin, 10 Mei 2021 06:20

Tayangkan Kampanye Paslon Saat Masa Tenang, Pemilik Videotron Terancam Pidana Pemilu

Senin, 07 Desember 2020 19:25 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurrozi
Tayangkan Kampanye Paslon Saat Masa Tenang, Pemilik Videotron Terancam Pidana Pemilu
Yaqub Baliyya Al Arif, Kordiv Hukum, Data, Informasi (HDI) dan Humas Bawaslu Surabaya. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meski sedang memasuki masa tenang, Bawaslu Surabaya beserta jajarannya di masing-masing kecamatan dan kelurahan tetap memantau setiap pergerakan dan aktivitas selama jelang coblosan 9 Desember 2020.

Bawaslu Surabaya berharap di masa tenang ini, tidak ada lagi pergerakan dan aktivitas yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon.

"Kami mengimbau masyarakat, pegiat medsos, atau grup WhatsApp untuk tidak berkampanye di masa tenang, dan jika dilanggar pasti ada konsekuensinya yakni pidana pemilu," ujar Yaqub Baliyya Al Arif, Kordiv Hukum, Data, Informasi (HDI) dan Humas Bawaslu Surabaya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (7/12/2020).

"Sesuai Pasal 187 Ayat 1, UU 10/2016, jika dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota untuk masing-masing calon, sanksi pidananya pidana penjara paling singkat 15 (lima belas) hari atau paling lama 3 (tiga) bulan dan atau denda paling sedikit Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah)," tegasnya.

BACA JUGA : 

​Bawaslu Kota Surabaya Serahkan Laporan Hasil Pengawasan Pilkada 2020 ke Pemkot dan DPRD

Soal Penangguhan PAW Bawaslu Surabaya, Pengamat Hukum: Taati Aturan Regulasi, Jangan Saling Jegal

Pelantikan PAW Terpilih Bawaslu Surabaya Ditangguhkan Tanpa Ada Kepastian

Bawaslu RI Verifikasi Lima Kandidat PAW Bawaslu Kota Surabaya

Tak hanya itu, sambung Yaqub, di masa tenang ini, Bawaslu Surabaya mengimbau kepada pengelola maupun pemilik videotron yang masih menayangkan dan memuat figur, foto, nomor urut, serta visi misi pasangan calon agar tidak lagi menayangkan di masa tenang ini.

"Kami mengimbau, untuk pengelola maupun pemilik videotron yang masih menayangkan dan memuat di masa tenang adalah larangan-larangan pada masa tenang Pilkada 2020. Ini juga sudah diatur di Pasal 187 Ayat 2 termasuk pidana pemilu," pungkasnya.

Di masa tenang ini, Bawaslu Surabaya juga menyoroti beberapa hal yang patut diwaspadai pada masa tenang, yaitu praktik politik uang, netralitas penyelenggara pemilu, ASN, dan Bansos. (nf/zar)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...